Tag: prosa

2 menit baca
Post Nov 3, 2025

Sore yang Basah di Ujung Bangku

Sore baru beranjak naik, merayap malas di antara sela gedung yang angkuh. Masih terlalu awal bagi kegelapan untuk menjamah, tetapi lampu mobil sudah mulai berpijar, berjuang membelah kabut yang memakan jarak pandang. Segala rupa…

2 menit baca
Post Jun 1, 2023

Jejak Langkah yang Terpatri di Trotoar Kota

Rak buku di Gramedia itu terasa seperti benteng pertahanan. Di depannya, laki-laki berbaju hitam itu berdiri mematung. Jemarinya menelusuri punggung buku Pedang Langit dan Golok Naga karya Jin Yong. Matanya tidak berkedip, tenggelam dalam…

3 menit baca
Post Jun 17, 2007

Menanti Detik Berhenti

Senja di Jalan Kenanga selalu punya cara untuk merayap masuk tanpa diundang. Langit sore itu berwarna kelabu pucat, warna yang mengingatkanku pada debu di rak buku tua yang jarang tersentuh. Aku melangkah masuk ke…

5 menit baca
Post Nov 19, 2006

Langkah Berani Menembus Kabut

Hujan baru saja membasuh sisa-sisa debu di Pelabuhan Tanjung Perak ketika pelanggan terakhir melangkah keluar dari toko buku kecil milik Doni. Bunyi tetes air yang menghantam kaca tua berirama, seolah mengetuk-ngetuk minta izin untuk…

2 menit baca
Post Oct 23, 2005

Tafsir Cahaya Kinanti

Malam di Taman Kota Senja selalu dingin, menyisakan embun yang menggantung di pucuk daun palem. Kinanti duduk sendiri di bangku besi yang catnya mulai mengelupas, matanya menatap langit yang hitam legam, menelan cahaya bintang…

2 menit baca
Post Aug 11, 2005

Pendar Meteor Saksi Bisu

Kopi susu di tangan Nessa mendingin. Uapnya berhenti mengepul, menyisakan jejak putih samar di permukaan cangkir keramik. Di luar, rintik hujan membasahi kaca jendela warung kopi kecil bernama Kedai Akar, menciptakan garis-garis abstrak yang…

2 menit baca
Post Feb 18, 2005

Denting Piano di Balik Jendela

Deru mesin motor membelah udara lembap Jalan Melati. Di sudut persimpangan, Cafe Seruni berdiri tenang. Bau kopi tubruk beradu dengan aroma hujan yang baru saja membasahi aspal. Aruna duduk di depan piano tua, jemarinya…

2 menit baca
Post Oct 18, 2004

Takdir Terpatri di Kanvas

Di tepian Sungai Cempaka, Andina membiarkan kuasnya menari di atas kertas sketsa. Siang itu, aroma tanah basah dan desah angin di antara pucuk-pucuk bambu membisikkan sesuatu yang halus, sesuatu yang tidak bisa diberi nama.…

2 menit baca
Post Dec 12, 2003

Boneka Penuntut Jiwa

Toko Barang Antik Pak Surya berbau kayu lapuk dan debu yang betah menempel puluhan tahun. Di pojok rak paling bawah, di balik tumpukan piring keramik retak, Ratih menemukan boneka porselen dengan baju renda yang…