Sony Sonjaya tidak lagi ingin menjadi pesakitan sendirian di dalam sel. Dari balik jeruji besi, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional itu mulai membuka suara, mengubah kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi medan saling sikut di tingkat… Continue Reading →
Ada perempuan yang menyimpan nomor seseorang di ponselnya, tetapi tidak pernah menelepon. Nomornya ada. Orangnya mungkin ada. Namun, jarinya tidak pernah bergerak. Saya tidak tahu siapa perempuan itu. Mungkin tetangga, orang yang pernah duduk di sebelah kita di dalam angkot,… Continue Reading →
Selasa malam, tiga pejabat dicopot sekaligus. Penggantinya datang dari dunia keuangan dan militer. Tidak ada satu pun dari mereka yang memahami ilmu gizi, tetapi barangkali aspek substansi memang bukan hal utama yang sedang dicari saat ini. Pagi hari sebelum pencopotan… Continue Reading →
PSG merebut mahkota Eropa untuk kedua kalinya berturut-turut. Sementara Arsenal harus kembali pulang dengan tangan kosong, mengulang duka yang kini terasa semakin akrab bagi mereka. Ada ironi kejam yang berputar di atas lapangan malam ini. Di menit keenam, Kai Havertz,… Continue Reading →
Setiap pagi sebelum ke TK Al Hikmah Spadem, Bapa singgah sebentar di kios Ibu Paino. Kios itu menjual kue pagi. Gogos, lemper, arem-arem, kue lapis, nagasari, onde-onde, klepon, ongol-ongol, lemet, koci-koci, roti goreng, roti bakar, roti pao isi kacang, isi… Continue Reading →
Mama selalu bangun paling dulu kalau bulan puasa. Saya tidak tahu jam berapa beliau mulai bergerak di dapur. Ketika kami dibangunkan, nasi sudah ada di meja. Lauk sudah siap. Ovaltine sudah dituang. Suara sendok terdengar pelan sebelum subuh. Dari luar,… Continue Reading →
Rumah kami di Spadem hanya sekitar satu setengah kilometer dari Bandara Mopah. Kalau pesawat lewat rendah, suaranya datang lebih dulu. Kaca nako bergetar sedikit. Seng atap seperti ikut menahan napas. Anak-anak yang sedang main di halaman biasanya berhenti sebentar, lalu… Continue Reading →
© 2026 Antarnisti — Powered by WordPress
Theme by Anders Noren — Up ↑