Kain Ihram
Panas menggigit ubun-ubun. Riandi Irawan berjalan pelan di antara jutaan kepala yang bergerak searah, pulang dari jumrah menuju maktab. Kerikil kecil masih menempel di sela sandalnya, ikut terseret setiap langkah. Di tepi jalan, seorang…
Fragments of Memory
Panas menggigit ubun-ubun. Riandi Irawan berjalan pelan di antara jutaan kepala yang bergerak searah, pulang dari jumrah menuju maktab. Kerikil kecil masih menempel di sela sandalnya, ikut terseret setiap langkah. Di tepi jalan, seorang…
"Pa, kasih jelek-jelek sedikit." Bapa menoleh dari batok kelapa di tangannya, permukaannya baru saja dipernis. Ia tertawa. "Biar dapat nilai bagus." Sore itu saya duduk di garasi, tempat Bapa menyimpan alat-alat tukang, kayu sisa,…
[Acoustic Guitar and Tambourine Intro] [Verse] [Deep Smooth Male Vocals] Engkaulah dia Yang semburat merah menggurat pipinya Di balik tirai jendela seberang sana [Chorus] [Breezy Dream Pop Strumming] Sudikah engkau, Temaniku melukis bianglala di…
Di ruang makan utama Hotel Mayflower, malam itu, dua puluh dua November 1963, tiga perempuan duduk semeja. Jeane Dixon tidak menyentuh piringnya. "Jangan melamun. Makan, dong. Kamu kayak orang takut gemuk," kata Nyonya Kaufmann.…
Kopi datang ke Nusantara sebagai tamu. Dibawa kapal dagang, ditanam tangan yang bukan tangannya sendiri, di tanah yang bukan tanah kelahirannya. Ceritanya dimulai di dataran tinggi Ethiopia, sekitar abad kesembilan. Seorang gembala bernama Kaldi…
Kotak besi menempel di dinding stasiun, di bawah atap seng yang bocor kalau hujan turun deras. Cat oranyenya mengelupas di sana-sini, meninggalkan bercak lebih gelap seperti kulit yang lama terpanggang matahari. Di bawahnya seorang…
[Acoustic Guitar and Tambourine Intro] [Verse] [Deep Smooth Male Vocals] Engkaulah dia Yang semburat merah menggurat pipinya Di balik tirai jendela seberang sana [Chorus] [Breezy Dream Pop Strumming] Sudikah engkau, Temaniku melukis bianglala di…
Jam sebelas kurang sedikit saya pulang sekolah. Pintu samping rumah, yang langsung tembus ke ruang tengah, sudah terbuka. "Assalamualaikum!" saya mengucapkan salam seperti biasa. Tidak ada yang menjawab. Tapi dari arah televisi terdengar suara…
[Acoustic Guitar and Tambourine Intro] [Verse] [Deep Smooth Male Vocals] Engkaulah dia Yang semburat merah menggurat pipinya Di balik tirai jendela seberang sana [Verse 2] [Bright Drum Beat and Bass Enter] Sudikah engkau, Temaniku…