Label Putih Kaset Kosong
Hari Rabu pagi saya berangkat lebih awal. Kantor pos di depan SMP Negeri 2 belum buka. Pintu besinya masih tertutup. Saya menggenggam sebuah amplop yang sudah ditempeli prangko lima ratus rupiah. Di dinding depan…
Fragments of Memory
Hari Rabu pagi saya berangkat lebih awal. Kantor pos di depan SMP Negeri 2 belum buka. Pintu besinya masih tertutup. Saya menggenggam sebuah amplop yang sudah ditempeli prangko lima ratus rupiah. Di dinding depan…
Celengan itu terbuat dari tanah liat, bentuknya babi gemuk dengan cat yang sudah mengelupas di bagian telinga. Icang mengeluarkannya dari balik tumpukan baju di lemari, meletakkannya di atas ubin kamar yang dingin. Ia mengangkat…
Ruang persegi panjang itu tertutup rapat. Empat kursi. Empat orang duduk diam. Jam dinding menunjukkan pukul 8.59. Begitu jarum detik bergeser ke angka sembilan, lampu di ruangan sebelah menyala. Seorang pria berpakaian rapi berdiri…
Sembilan hakim berjubah hitam duduk di ruang sidang yang dingin, membacakan sesuatu yang seharusnya sudah diketahui setiap penjual pulsa di pinggir jalan sejak dua dekade lalu: barang yang sudah dibayar lunas adalah milik yang…
Umur saya dan Kaka Ham terpaut empat tahun. Kami tidak pernah satu sekolah, kecuali di SD. Waktu saya kelas tiga SMP, dia lulus SMA dan melanjutkan kuliah ke Makassar. Mama ikut mengantarnya. Perginya bukan…
Batavia, penghujung abad sembilan belas. Malam itu hujan tak jadi-jadi. Soma berdiri di bawah bayang-bayang pabrik yang mengembuskan asap, mesin-mesin milik Meneer Van Doorn, seorang penemu yang namanya disebut orang pribumi dengan nada setengah…
Ponsel tergeletak di atas meja kayu. Getarannya pelan. Lela menatapnya. Jemarinya terbiasa membuka layar itu. Di seberang kota, Ringga mematikan lampu meja. Janggut dan cambangnya putih, menipis. Hanya teh hangat dan buku catatan tua…
Ada satu adegan lama yang selalu muncul dalam ingatan saya setiap kali nama Lionel Messi disebut bersamaan dengan kata final. Tahun 2006, di Jerman, seorang bocah kurus bernomor punggung sembilan belas duduk di bangku…
Pukul tiga dini hari, ketika kebanyakan orang di negeri ini masih terlelap, saya duduk sendirian menghadap layar, menunggu satu malam yang saya kira akan menjadi penutup agung bagi sebuah musim raya sepak bola dunia.…