Mata Merah di Bawah Pohon Kersen
Merauke di awal tahun 1980-an adalah kota di mana hutan dan halaman rumah belum memiliki batas yang tegas. Satwa liar masih menjadi bagian dari keseharian yang biasa. Di sebelah kanan rumah kami, dipisahkan oleh…
Fragments of Memory
Merauke di awal tahun 1980-an adalah kota di mana hutan dan halaman rumah belum memiliki batas yang tegas. Satwa liar masih menjadi bagian dari keseharian yang biasa. Di sebelah kanan rumah kami, dipisahkan oleh…
Dua orang pemancing duduk di tepi kolam. Mereka membawa perlengkapan lengkap. Wajan. Bumbu. Alat pancing. Harapan mereka satu, menikmati santapan ikan segar siang nanti. Jarak memisahkan mereka. Keduanya menanti tarikan di ujung kail. Pemancing…
Siang itu, Bapa tidak membuka pintu. Ia berdiri diam di balik gorden, mengintip dari celah kain. Di luar, seorang laki-laki berdiri di teras rumah kami. Bukan wajah yang sering saya lihat. Tapi saya tahu,…
Rumah kami berhadapan langsung dengan pintu masuk sebuah rumah sakit ternama di kota. Kami menempati lantai bawah, sementara kamar-kamar di lantai atas kami sewakan kepada para pasien rawat jalan yang berobat ke klinik. Suatu…
Namanya Tomi. Bagi orang-orang, ia adalah Om Tomi. Bagiku, ia adalah Ayah. Dua bulan mungkin waktu yang terlalu singkat bagi orang lain, namun cukup bagiku untuk mengenali suara derit kursinya, langkahnya ke dapur, dan…
Enam ribu tahun. Sebuah durasi yang cukup untuk mengubah peradaban menjadi debu, membiarkan sungai berganti haluan, dan menghapus memori tentang siapa manusia-manusia malang ini sebenarnya. Di tanah dekat Mantua, Italia, sepasang kerangka ditemukan terkunci…
Setiap kota punya batas yang resmi. Tapi masa kecil biasanya punya batasnya sendiri. Bagi saya waktu kecil, salah satu batas Merauke adalah SD Spadem. Lebih tepatnya: Ujung Aspal. Begitu orang menyebut tempat itu, semua…
Bau anyir darah dan suara logam berderik masih menghantui ingatan Rosy Devi. Perempuan berusia 38 tahun itu terengah-engah menapaki jalan setapak di Bihar, India. Napasnya pendek, dadanya bergemuruh seperti dihantam godam, dan sekujur tulangnya…
Perempuan itu mengejar rembulandi sakunya, terselip sajak-sajak kurusyang ia tulis dari sisa malam yang gagal padamseperti rahasia yang ia titipkan pada embunsebelum pagi menghapus jejaknya di daun-daun yang gemetar.Ia memijak awan dengan kaki telanjangmerasakan…