Bayu di Balik Kabut
Di ruang keluarga yang dingin di pinggiran Semarang, aku menatap bingkai foto tua yang tergantung miring. Ada Bayu di sana. Dulu, dia anak yang tumbuh dengan cahaya di matanya. Cerdas, murah hati, dan selalu…
Fragments of Memory
Di ruang keluarga yang dingin di pinggiran Semarang, aku menatap bingkai foto tua yang tergantung miring. Ada Bayu di sana. Dulu, dia anak yang tumbuh dengan cahaya di matanya. Cerdas, murah hati, dan selalu…
Sore baru beranjak naik, merayap malas di antara sela gedung yang angkuh. Masih terlalu awal bagi kegelapan untuk menjamah, tetapi lampu mobil sudah mulai berpijar, berjuang membelah kabut yang memakan jarak pandang. Segala rupa…
Di rumah kami yang pengap di pinggiran Solo, sebuah mantra jahat menggantung di udara seperti asap dapur yang tak kunjung hilang. “Dasar gadis bodoh.” Empat kata itu meluncur setiap kali aku melakukan kesalahan sekecil…
Lantai kamar itu terasa sedingin es di kulit Saras. Dia meringkuk seperti janin, memeluk lututnya sendiri, sementara isak tangis yang tertahan selama berminggu-minggu akhirnya pecah menjadi raungan yang menyayat. Di ambang pintu, Baskoro mematung.…
Dini selalu tahu ada yang berbeda dengan cara dia bernapas di dunia ini. Sejak kecil, suara keramaian pasar di depan rumahnya di pinggiran Solo terasa seperti ribuan jarum yang menusuk gendang telinga. Gurunya sering…
Suatu hari nanti kau akan bertanya padaku mana yang lebih penting, hidupku atau hidupmu? Aku akan menjawab hidupku dan kau akan pergi tanpa menyadari bahwa kaulah hidupku.
Kahlil Gibran
Rak buku di Gramedia itu terasa seperti benteng pertahanan. Di depannya, laki-laki berbaju hitam itu berdiri mematung. Jemarinya menelusuri punggung buku Pedang Langit dan Golok Naga karya Jin Yong. Matanya tidak berkedip, tenggelam dalam…