Tut, Tut, Tut
Kotak besi menempel di dinding stasiun, di bawah atap seng yang bocor kalau hujan turun deras. Cat oranyenya mengelupas di sana-sini, meninggalkan bercak lebih gelap seperti kulit yang lama terpanggang matahari. Di bawahnya seorang…
Fragments of Memory
Kotak besi menempel di dinding stasiun, di bawah atap seng yang bocor kalau hujan turun deras. Cat oranyenya mengelupas di sana-sini, meninggalkan bercak lebih gelap seperti kulit yang lama terpanggang matahari. Di bawahnya seorang…
Celengan itu terbuat dari tanah liat, bentuknya babi gemuk dengan cat yang sudah mengelupas di bagian telinga. Icang mengeluarkannya dari balik tumpukan baju di lemari, meletakkannya di atas ubin kamar yang dingin. Ia mengangkat…
Ruang persegi panjang itu tertutup rapat. Empat kursi. Empat orang duduk diam. Jam dinding menunjukkan pukul 8.59. Begitu jarum detik bergeser ke angka sembilan, lampu di ruangan sebelah menyala. Seorang pria berpakaian rapi berdiri…
Ponsel tergeletak di atas meja kayu. Getarannya pelan. Lela menatapnya. Jemarinya terbiasa membuka layar itu. Di seberang kota, Ringga mematikan lampu meja. Janggut dan cambangnya putih, menipis. Hanya teh hangat dan buku catatan tua…
Kelas 2-C SMA Negeri Desa Wonoraharja bukanlah tempat untuk anak-anak pintar yang dingin. Di sudut bangku kayu yang sudah dicorat-coret tipex, Kasman dan Parti menghabiskan masa remaja dengan cara yang membuat guru wali kelas…
Toko buku loak milik Pak Hendrawan terhimpit di antara deretan kedai fotokopi lama dan warung soto madura yang pintunya sudah digembok sejak pukul sembilan malam. Gang sempit bernama Jalan Macanan itu luput dari ingatan…
Debu tebal melapisi map-map tua di gudang arsip kepolisian daerah. Kertas-kertas itu menguning, rapuh oleh waktu yang tidak pernah peduli pada kebenaran. Di sana, di dalam amplop tersegel atau di bawah kuku korban yang…
Namanya Tomi. Bagi orang-orang, ia adalah Om Tomi. Bagiku, ia adalah Ayah. Dua bulan mungkin waktu yang terlalu singkat bagi orang lain, namun cukup bagiku untuk mengenali suara derit kursinya, langkahnya ke dapur, dan…
Perempuan itu mengejar rembulan di sakunya, terselip sajak-sajak kurus yang ia tulis dari sisa malam yang gagal padam seperti rahasia yang ia titipkan pada embun sebelum pagi menghapus jejaknya di daun-daun yang gemetar. Ia…