Category: Puisi dan Prosa
Tembakan Salah Sasaran
Selasar rumah kos berlantai tiga itu mendadak penuh oleh semburat jingga sore hari. Tirta berjalan gontai, membawa lelah sisa jam kantor yang menumpuk di pundak. Langkah kakinya terhenti tepat ketika matanya menangkap sosok Listy…
Di Antara Dua Pasang Stoking Hitam
Kamar kos itu mendadak lowong. Pintunya merapat rapat, mengunci kenangan tentang stik PS yang biasa tergeletak di lantai dan tawa Jaka yang meledak saat menang taruhan bola. Tirta berdiri di depan pintu kayu tripleks…
Pengakuan Terlambat Jaka
Angin sore membawa bau lumpur dari sawah yang membentang luas di balik pagar beton. Tirta melangkah menaiki tangga reyot, mendapati punggung Jaka yang kaku menghadap hamparan hijau penat di ujung cakrawala. Lelaki bertubuh tegap…
Gloomy Sunday di Benak Listy
Tirta tiba di kos dengan pakaian basah kuyup. Kulitnya menggigil. Kamar Jaka tertutup rapat, si penghuni pasti sedang tewas setelah dihajar sif malam di pabrik. Tirta melangkah ke depan pintu kamar Listy.Tok. Tok. "Masuk,…
Filosofi Pion Catur
Rabu malam. Langit Grand Karangwangsa tumpah. Hujan melumpuhkan jalanan. Belasan motor merapat ke emperan toko. Tirta salah satunya. Setang motor bebek pinjaman itu berbelok ke parkiran lobi selatan. Atap beton melindunginya dari amukan air.…
Disaksikan Bohlam Lima Watt
Papan catur kayu lipat ukuran dua puluh senti itu menjadi mainan baru. Saban jam menunjuk angka lima sore, Listy sudah mendekam di selasar lantai tiga. Bersila menunggui kotak-kotak hitam putih. Pion berbaris rapi. Tirta…
Tak Sengaja Tidur Bareng
Langit Karangwangsa pecah. Air tumpah. Aspal abu-abu menjelma genangan keruh. Tirta dan Listy berlari menembus tirai hujan. Mata pedih. Pakaian melekat di kulit. Dingin menembus pori-pori begitu mereka sampai di selasar kos berlantai dua.…