Category: Puisi dan Prosa
Jejak Langkah yang Terpatri di Trotoar Kota
Rak buku di Gramedia itu terasa seperti benteng pertahanan. Di depannya, laki-laki berbaju hitam itu berdiri mematung. Jemarinya menelusuri punggung buku Pedang Langit dan Golok Naga karya Jin Yong. Matanya tidak berkedip, tenggelam dalam…
Dakwaan Penuh Teka-teki
Suhu udara dini hari itu menembus tulang. Salju yang turun sepanjang malam di pinggiran kota telah mengubah pekarangan rumah besar milik keluarga Bramantyo menjadi hamparan putih yang sunyi. Sunyi yang menekan, seolah bumi sedang…
Pintu Kamar Dua Empat
Seandainya kebersamaan bersama Listy hanyalah sebuah plot di dalam tidur, maka Tirta berani bertaruh bahwa itu adalah tidur paling lelap yang pernah singgah di kepalanya. Sering kali Tirta mengutuk kenyataan yang memaksanya terjaga. Masalahnya,…
Rahasia Van Putih yang Terkubur
Pagi itu, di sebuah sudut kota yang tidak pernah tidur, mobil van putih melaju meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta. Di dalamnya ada Citra dan Rindra. Mereka sedang memulai perjalanan yang sudah lama diimpikan. Van itu hasil…
Tembakan Salah Sasaran
Selasar rumah kos berlantai tiga itu mendadak penuh oleh semburat jingga sore hari. Tirta berjalan gontai, membawa lelah sisa jam kantor yang menumpuk di pundak. Langkah kakinya terhenti tepat ketika matanya menangkap sosok Listy…
Di Antara Dua Pasang Stoking Hitam
Kamar kos itu mendadak lowong. Pintunya merapat rapat, mengunci kenangan tentang stik PS yang biasa tergeletak di lantai dan tawa Jaka yang meledak saat menang taruhan bola. Tirta berdiri di depan pintu kayu tripleks…
Pengakuan Terlambat Jaka
Angin sore membawa bau lumpur dari sawah yang membentang luas di balik pagar beton. Tirta melangkah menaiki tangga reyot, mendapati punggung Jaka yang kaku menghadap hamparan hijau penat di ujung cakrawala. Lelaki bertubuh tegap…