Eko Yuli Irawan, Pahlawan di Tengah Hiruk Pikuk Ambisi Elite

Kita punya seratus tujuh puluh sembilan orang pahlawan yang sudah tercatat dalam buku sejarah sebagai manusia suci yang pantas diteladani. Mereka adalah artefak kebanggaan yang dipajang di ruang tamu nasional, sementara di meja kerja, para elite justru sibuk meracik ramuan keserakahan dan ambisi kekuasaan.

Kita hidup dalam musim kering keteladanan yang panjang. Elite lebih suka menari di atas panggung kegaduhan politik daripada menoleh sedikit saja pada jejak pengorbanan mereka yang sudah mendahului kita.

Kamus para penguasa tidak mengenal kata pengabdian. Politik berubah menjadi pasar malam yang bising. Suara rakyat hanya dicari saat kotak suara siap ditutup, setelah itu mereka kembali ke dalam cangkang ego yang tebal. Mereka menabur pesimisme, menyiram kebohongan, dan memupuk kebencian di setiap sudut percakapan publik. Perbedaan mereka jadikan senjata untuk membelah persatuan, bukan sebagai kekayaan untuk merajut peradaban. Ambisi untuk memegang tongkat kekuasaan menjadi satu-satunya kitab suci yang mereka baca setiap pagi.

Eko Yuli Irawan tidak bicara soal kursi menteri. Dia tidak perlu memasang baliho raksasa di pinggir jalan untuk memamerkan jasa. Tubuhnya mungil, namun dia sanggup memikul beban tiga ratus tujuh belas kilogram besi di pundaknya di Askhabad. Dia mencatatkan rekor dunia di saat para politikus kita sibuk memecahkan rekor saling hina di layar televisi. Dia membuktikan bahwa pahlawan tidak lahir dari ruang rapat gelap para oligarki.

Pahlawan lahir dari keringat yang menetes di atas matras latihan.

Eko adalah antitesis bagi kelakuan para elite yang mualaf dalam berbangsa. Dia mengajarkan kita tentang harga sebuah proses. Dia mengajarkan kita bahwa nama besar tidak didapat dari klaim warisan, melainkan dari kerja keras yang tidak mengenal kata menyerah. Eko bukan oase. Dia adalah cermin retak yang memaksa kita melihat wajah buruk para penguasa yang selama ini merasa paling benar.

Lihatlah para atlet Asian Games dan Asian Para Games kemarin. Mereka membawa pulang emas dan harga diri bangsa ke tanah air. Mereka tidak meminta jatah proyek atau posisi di badan usaha milik negara. Mereka hanya memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki. Patriotisme mereka tidak butuh teks pidato yang ditulis oleh konsultan komunikasi bayaran. Ia lahir dari ketulusan yang murni, sesuatu yang sudah lama hilang dari kosakata para penguasa di ibu kota.

Elite seharusnya malu jika masih punya. Jika sejarah para pahlawan masa lalu sudah dianggap terlalu jauh untuk dipahami, cobalah sesekali menunduk melihat keberhasilan rakyat kecil seperti Eko. Belajarlah cara berjuang tanpa harus menginjak kepala orang lain. Belajarlah cara berkorban tanpa harus meminta balasan berupa upeti kekuasaan.

Bangsa ini lelah mendengar jeritan ambisi para pemimpinnya. Kita rindu suara napas yang terengah-engah dari seseorang yang sedang berjuang keras demi sesuatu yang lebih tinggi dari sekadar jabatan.

Keteladanan tidak muncul dari podium yang megah. Ia hadir dari keteguhan hati seseorang yang tahu persis bagaimana caranya mencintai negeri ini tanpa perlu berteriak di depan kamera.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(