Stop Fanatisme dan Kebencian di Lapangan Hijau!

Sepak bola Indonesia kembali mempertontonkan wajah aslinya yang penuh noda. Di negeri ini, lapangan hijau berubah menjadi arena gladiator di mana nyawa manusia menjadi taruhan murah bagi fanatisme buta. Haringga Sirila tewas dengan cara paling mengenaskan di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dia bukan tumbal terakhir. Dia hanyalah angka statistik dalam daftar panjang nyawa yang hilang demi sebuah bola yang diperebutkan belasan orang dewasa di atas rumput.

Darah Haringga mengering di atas aspal Bandung. Para pelaku pengeroyokan mungkin merasa menang, merasa gagah sebagai pejuang klub, padahal mereka tidak lebih dari sekumpulan pengecut yang bersembunyi di balik seragam pendukung.

Akal sehat sudah lama minggat dari stadion kita. Orang membunuh sesama manusia hanya karena warna baju yang berbeda. Sejak tahun sembilan puluh lima, setidaknya lima puluh nyawa melayang sia-sia. Angka yang cukup untuk membangun sebuah desa, namun bagi pengurus sepak bola, nyawa-nyawa itu hanya sampah yang tersapu oleh hembusan angin kompetisi.

Elite sepak bola selalu gemar berikrar damai di depan kamera. Mereka bersalaman, bertukar syal, dan tersenyum lebar untuk konsumsi media. Namun, di akar rumput, kebencian dipelihara dengan tekun. Yel-yel berisi cacian dan spanduk penuh kebencian terus ditanamkan ke kepala anak-anak muda sejak mereka mulai mengenal stadion. Panitia pertandingan membiarkan racun itu menyebar demi menjaga tribun tetap penuh, demi menjaga aliran rupiah tetap lancar ke kantong organisasi.

Pemerintah menghentikan Liga satu untuk sementara. Sebuah jeda yang terdengar mulia, seolah-olah dengan berhenti sejenak, dosa-dosa masa lalu akan luntur dengan sendirinya.

Hukum harus berbicara lebih keras. Para pengeroyok Haringga bukan pecinta bola. Mereka adalah pelaku kriminal yang mengotori kehormatan olahraga dengan kebrutalan. Jangan beri ruang bagi narasi pemaafan. Pengadilan harus menghukum mereka seberat mungkin agar jeruji besi menjadi satu-satunya tempat yang pantas bagi manusia yang menganggap nyawa orang lain lebih murah dari harga tiket pertandingan.

PSSI selama ini bersikap seperti pemilik toko yang takut kehilangan pelanggan. Hukuman denda kepada panitia pelaksana hanyalah guyonan yang tidak memberi efek jera sedikit pun. Klub tetap bermain, suporter tetap barbar, dan uang terus berputar di atas tumpukan mayat.

Berikan sanksi pengurangan poin yang menyakitkan. Larang klub bermain di kandang sendiri selamanya jika mereka tidak sanggup mengendalikan pengikutnya. Biarkan suporter merasakan sesak di dada saat tim kesayangan mereka hancur bukan karena kalah di lapangan, tetapi karena kebodohan pendukungnya sendiri.

Tindakan primitif harus dibayar dengan kerugian yang nyata. Jika mereka terus memuja kekerasan, biarkan mereka menonton pertandingan dari rumah tanpa ada satu pun klub yang berdiri di atas nama daerah mereka. Sepak bola tanpa kemanusiaan tidak lebih dari sekadar perkelahian yang diatur secara rapi. Jika harga untuk menonton sebuah gol adalah nyawa manusia, maka lebih baik bola itu dikempeskan sekarang juga.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(