Selamat Jalan Eyang Habibie, Sang Teknokrat Romantis

Bacharudin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, 11 September 2019. Lelaki kelahiran Parepare itu menutup mata pada usia delapan puluh tiga tahun, meninggalkan tumpukan arsip sejarah yang bakal kita baca berulang kali tanpa bosan.

Ia pernah berpesan, jangan pernah bercita-cita menjadi pahlawan karena kepahlawanan itu mahal harganya dan sesungguhnya tidak perlu. Ia cukup menjadi seseorang yang menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Selesai.

Kita mencatatnya sebagai pahlawan demokrasi. Predikat yang mungkin membuat Ia tersenyum kecut di alam sana, mengingat betapa ia sendiri tidak pernah memintanya. Bayangkan, seorang teknokrat romantis yang lebih gemar memandang sayap pesawat daripada memandang peta politik, tiba-tiba harus menakhodai kapal republik yang sedang bocor di sana-sini.

Ia mewarisi reruntuhan Orde Baru yang berantakan, ekonomi yang lumpuh, dan api kerusuhan yang menyala di berbagai sudut jalan.

Hanya lima ratus tujuh belas hari. Waktu yang singkat itu ia pakai untuk membedah sistem yang beku. Ia bukan hanya memperbaiki, ia membongkar pondasi otoritarianisme dan membangun gedung demokrasi dari nol.

Sistem multipartai lahir di bawah tangannya. Ratusan undang-undang ia lahirkan seolah ia sedang mengejar kereta api terakhir yang akan meninggalkan stasiun. Otonomi daerah bukan lagi sekadar wacana di meja seminar. Kebebasan pers ia berikan sebagai kado bagi mulut-mulut yang lama dibungkam oleh rezim yang paranoid.

Ia orang genius yang tidak terlihat sedang bekerja keras.

Namanya harum di Jerman, negara tempat ia menyumbang pemikiran besar bagi kemajuan dirgantara mereka. Di Timor Leste, jembatan di Bidau Santana menggunakan namanya sebagai bentuk penghormatan atas keberaniannya membiarkan referendum berjalan.

Sementara di tanah air, pemerintah buru-buru menetapkan hari berkabung dan memerintahkan bendera diturunkan setengah tiang. Sebuah penghormatan yang layak, meski terkadang terlambat datangnya.

Tengoklah bagaimana ia bekerja sebagai ilmuwan. Ia bukan sekadar teknokrat yang mengandalkan angka. Ia manusia pertama di dunia yang mampu menghitung perambatan retakan sayap pesawat hingga ke atom-atomnya. Dunia menjulukinya Mr. Crack. Sebuah julukan yang terdengar seperti nama tokoh komik, namun berisi kedalaman ilmu yang membuat para ahli dirgantara menundukkan kepala. Ia memiliki Teori Habibie, Faktor Habibie, dan Fungsi Habibie.

Agama dan ilmu pengetahuan baginya adalah sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Einstein bilang ilmu tanpa agama itu buta, dan Habibie mengamalkan itu dengan caranya sendiri. Ia mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Ia mendorong perbankan syariah masuk ke dalam sistem ekonomi nasional. Ia membuktikan bahwa menjadi ilmuwan kelas dunia tidak harus membuat seseorang kehilangan kesalehan.

Presiden Joko Widodo melepasnya dengan sebutan pionir di Makam Pahlawan Kalibata.

Kita kehilangan seorang Bapak Teknologi sekaligus Bapak Demokrasi. Namun, apakah kita sudah layak disebut sebagai pewaris yang cakap dari warisan-warisan itu?

Habibie telah menuntaskan bagiannya. Tugasnya paripurna. Sekarang, kita yang berdiri di sini, masih terjebak dalam perdebatan-perdebatan kecil yang tidak berujung, sementara warisan fundamentalnya perlahan tertutup debu ketidakpedulian.

Ia pergi dengan tenang. Tanpa harus memproklamirkan diri sebagai pahlawan, sejarah yang menobatkannya. Mungkin benar kata Habibie, tugas yang terselesaikan dengan baik adalah pahlawan yang paling nyata.

Selamat jalan, sang pionir. Selamat jalan, Mr. Crack. Semoga pesawat yang engkau bangun dalam pikiranmu tidak pernah mengalami retakan di ruang keabadian.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(