Bibit, Bebet, Bobot
Ponsel Ibu berdering jam sepuluh malam, dan aku tahu dari cara ia berjalan ke kamar sambil membawa telepon itu, bukan langsung diangkat di ruang tengah, ini bukan telepon biasa. Aku pura-pura menonton televisi. Suara…
Fragments of Memory
Ponsel Ibu berdering jam sepuluh malam, dan aku tahu dari cara ia berjalan ke kamar sambil membawa telepon itu, bukan langsung diangkat di ruang tengah, ini bukan telepon biasa. Aku pura-pura menonton televisi. Suara…
Telur-telur itu masih utuh ketika ia berangkat pagi harinya. Dua puluh delapan butir, dihitung ulang sebelum dimasukkan ke keranjang, dialasi merang supaya tidak beradu di jalan yang berlubang. Sumaridjem berumur delapan belas tahun waktu…
Kacamatanya tebal, bingkainya hitam, sering melorot ke ujung hidung setiap kali ia menunduk membaca naskah. Tubuhnya kurus, bajunya selalu terlihat sedikit kebesaran di bahu. Di ruang redaksi Harian Rakyat, mesin ketik berbunyi dari segala…
Laci-laci dibuka satu per satu. Lemari kayu di sudut kamar diperiksa sampai ke rak paling bawah, tempat biasanya selimut lama disimpan. Tidak ada kain yang cukup lebar untuk membungkus tubuh sekecil itu. Uang di…
Matahari baru saja turun ketika Nyimas keluar dari kantor kejaksaan, meninggalkan bayang-bayang panjang di trotoar. Besok sidang. Sidang yang sudah disiapkan bertahun-tahun, melawan Rendra Wijaya, bos jaringan narkoba yang namanya lebih sering muncul di…
Batavia, penghujung abad sembilan belas. Malam itu hujan tak jadi-jadi. Soma berdiri di bawah bayang-bayang pabrik yang mengembuskan asap, mesin-mesin milik Meneer Van Doorn, seorang penemu yang namanya disebut orang pribumi dengan nada setengah…
Perempuan itu mengejar rembulan di sakunya, terselip sajak-sajak kurus yang ia tulis dari sisa malam yang gagal padam seperti rahasia yang ia titipkan pada embun sebelum pagi menghapus jejaknya di daun-daun yang gemetar. Ia…
Di ruang keluarga yang dingin di pinggiran Semarang, aku menatap bingkai foto tua yang tergantung miring. Ada Bayu di sana. Dulu, dia anak yang tumbuh dengan cahaya di matanya. Cerdas, murah hati, dan selalu…
Di rumah kami yang pengap di pinggiran Solo, sebuah mantra jahat menggantung di udara seperti asap dapur yang tak kunjung hilang. “Dasar gadis bodoh.” Empat kata itu meluncur setiap kali aku melakukan kesalahan sekecil…