Ujung Pena Pramoedya Kini

Pramoedya Ananta Toer tidak pernah betah duduk manis di balik meja tulis yang dingin, jauh dari debu jalanan atau keringat orang-orang yang tertindas. Dia bukan sastrawan menara gading yang mengolah kata demi sekadar estetika kosong. Ketika Republik masih seumur jagung dan Belanda mondar-mandir ingin kembali menginjak tanah ini, dia memilih memanggul senjata. Dia bertempur di lapangan sambil tetap merawat ingatan lewat tulisan. Perburuan dan Keluarga Gerilya lahir bukan dari imajinasi santai di ruang berpendingin, melainkan dari sisa-sisa mesiu dan darah yang masih hangat di medan laga.

Sastra baginya adalah senjata.

Lekra menjadi rumah bagi keyakinan bahwa seniman harus berpihak pada rakyat jelata, bukan pada penguasa yang sibuk berias diri. Pramoedya menolak menjadi pelipur lara bagi para pejabat di istana. Dia lebih memilih meludah ke arah kekuasaan yang korup dan memihak mereka yang disingkirkan oleh hukum yang pincang.

Penjara menjadi rumah keduanya. Belanda mengurungnya pada 1947. Sukarno juga melakukan hal serupa saat Pramoedya berani mengkritik militer karena kekerasan terhadap etnis Tionghoa. Namun, Soeharto menunjukkan kebencian yang lebih telanjang.

Empat belas tahun di Pulau Buru.

Tanpa pena, tanpa kertas, di bawah matahari yang membakar kulit dan pengawasan yang membuat napas tersengal. Mereka merampas segalanya, termasuk martabat, tetapi gagal merampas akal sehatnya. Pramoedya justru merawat kemanusiaan di tempat yang paling tidak manusiawi. Tetralogi Buru lahir dari mulut ke mulut, dikisahkan kepada sesama tahanan yang kelaparan, sebelum akhirnya menjadi pilar sastra yang membuat para penguasa lalim gemetar. Nyanyian Sunyi Seorang Bisu ditulis di antara derita, membuktikan bahwa pikiran tidak bisa dipasung oleh jeruji besi mana pun.

Buku-buku itu menjadi napas bagi aktivis muda di dekade delapan puluhan dan sembilan puluhan. Mereka menemukan keberanian di antara kalimat-kalimat yang dilarang itu.

Pekan ini, Blora merayakan seratus tahun kelahiran sang putra daerah. Namun, apa yang terjadi? Pemerintah setempat ragu menamai jalan dengan namanya karena takut protes kelompok milisi yang alergi dengan kata komunis. Mereka gemetar menghadapi hantu yang bahkan sudah mati hampir dua dekade lalu.

Tiga puluh tahun berlalu sejak rezim Orde Baru tumbang, tetapi pikiran Pramoedya masih dianggap ancaman. Ketakutan itu nyata. Orang-orang yang berkuasa saat ini masih memelihara paranoia yang sama dengan para algojo lama. Jalan di Blora tetap dingin, kosong tanpa nama sang penulis, sementara ketakutan mereka sendiri justru menjadi bukti bahwa kata-kata Pramoedya masih sangat hidup dan tajam.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(