Lempar Tiang Listrik
Kaka Ham suka piara binatang, dari dulu. Salah satunya ayam bangkok, dipelihara sampai besar, sampai cukup untuk diadu. Om Sis, tetangga tiga rumah dari rumah kami, kebetulan juga punya ayam bangkok, dilepas begitu saja…
Fragments of Memory
Kaka Ham suka piara binatang, dari dulu. Salah satunya ayam bangkok, dipelihara sampai besar, sampai cukup untuk diadu. Om Sis, tetangga tiga rumah dari rumah kami, kebetulan juga punya ayam bangkok, dilepas begitu saja…
Sejak pagi, sofa di ruang tengah sudah digeser ke ruang tamu. Bapa mengeluarkan satu tempat tidur dari kamar. Seprei dipasang, lalu dialasi karpet plastik. Sebuah meja diletakkan di sampingnya, menunggu. Jam sebelas siang dokter…
Jam sembilan malam, tukang pangkas rambut di samping Toko Garuda sudah menutup jendela kacanya dengan bilah-bilah papan. Bapa dan saya baru sampai ketika penjaganya sudah menyimpan gunting, menggulung kain penutup kursi. Sisa-sisa rambut di…
Kalau pulang sekolah dan tidak ada teman main, saya pasti ke belakang rumah. Di sana ada gudang tempat Bapa menyimpan kayu balok, papan, dan peralatan tukang. Tepat di samping gudang tersebut berdiri kandang kambing.…
"Pa, kasih jelek-jelek sedikit." Bapa menoleh dari batok kelapa di tangannya, permukaannya baru saja dipernis. Ia tertawa. "Biar dapat nilai bagus." Sore itu saya duduk di garasi, tempat Bapa menyimpan alat-alat tukang, kayu sisa,…
Jam sebelas kurang sedikit saya pulang sekolah. Pintu samping rumah, yang langsung tembus ke ruang tengah, sudah terbuka. "Assalamualaikum!" saya mengucapkan salam seperti biasa. Tidak ada yang menjawab. Tapi dari arah televisi terdengar suara…
Umur saya dan Kaka Ham terpaut empat tahun. Kami tidak pernah satu sekolah, kecuali di SD. Waktu saya kelas tiga SMP, dia lulus SMA dan melanjutkan kuliah ke Makassar. Mama ikut mengantarnya. Perginya bukan…
Waktu SMP saya pernah merakit sepeda sendiri. Rangkanya saya beli terpisah. Garpu depan warna chrome. Pelek bintang merah. Dan yang paling saya suka, catnya. Saya membeli piloks hitam arang, lalu mengecat sendiri rangkanya sampai…
Begitu sandal kami dilepas di teras, Mama langsung tahu kami baru pulang dari Lapangan Jawa. Debu halus menempel sampai ke sela-sela jari kaki. Betis, celana, bahkan leher ikut berdebu. Kalau angin dari arah Pantai…