Di balik mimbar kayu berlapis kain beludru hijau, kaki saya gemetar. Untung orang-orang hanya melihat wajah saya. Saya berdiri di depan jamaah Masjid Spadem, beberapa menit sebelum sholat tarawih dimulai. Masjid penuh sesak, jauh melampaui ramainya jamaah Subuh atau waktu-waktu… Continue Reading →
Sesudah Subuh, anak-anak keluar dari Masjid Spadem seperti air yang baru dilepas dari bendungan kecil. Masih gelap, tapi bukan gelap malam lagi. Langit mulai pucat. Jalan di depan masjid dingin. Sandal-sandal menyentuh tanah dan aspal dengan suara ringan. Anak-anak yang… Continue Reading →
Mama selalu bangun paling dulu kalau bulan puasa. Saya tidak tahu jam berapa beliau mulai bergerak di dapur. Ketika kami dibangunkan, nasi sudah ada di meja. Lauk sudah siap. Ovaltine sudah dituang. Suara sendok terdengar pelan sebelum subuh. Dari luar,… Continue Reading →
© 2026 Antarnisti — Powered by WordPress
Theme by Anders Noren — Up ↑