Mata Merah di Bawah Pohon Kersen

Merauke di awal tahun 1980-an adalah kota di mana hutan dan halaman rumah belum memiliki batas yang tegas. Satwa liar masih menjadi bagian dari keseharian yang biasa. Di sebelah kanan rumah kami, dipisahkan oleh sebidang tanah kosong milik Lanud, tetangga kami yang seorang Danlanud memelihara seekor kasuari.

Hewan itu dikurung dalam kandang kawat ram berukuran kira-kira tiga kali tiga meter. Atapnya terbuka. Persis di atas kandang, sebatang dahan pohon kersen menjulur rindang. Buah-buah kersen yang ranum dan jatuh ke bawah dibiarkan menjadi camilan tambahan bagi burung besar itu.

Kasuari itu sudah dewasa.

Tubuhnya tinggi, bahkan lebih tinggi daripada penjaga rumah Danlanud. Bulunya hitam, lurus dan kaku seperti sapu ijuk. Mukanya mengingatkan saya pada ayam, tapi badannya terlalu besar untuk disebut ayam. Seperti ayam raksasa yang tidak bisa terbang, tapi bisa membuat orang dewasa berhati-hati kalau masuk ke kandangnya.

Saya pernah melihat penjaga rumah Danlanud masuk untuk menambah air di tempat minumnya. Ia setengah membungkuk di pojok kandang, membelakangi kasuari. Pelan-pelan, kasuari itu berjalan mendekat, lalu menyepak pantatnya.

Tidak keras.

Penjaga itu hanya mengaduh kecil, berdiri, lalu menggosok-gosok bagian yang sakit. Orang-orang tertawa. Kasuari itu memang sudah dipelihara sejak kecil. Ia tidak galak. Ia bahkan bisa dibilang jinak dan suka bermain, asal tidak dikagetkan.

Tapi tetap saja, ia kasuari.

Bagi anak-anak kecil, pohon kersen adalah kerajaan.

Suatu hari, saya bersama Leni, Manda, dan Oji naik ke atas pohon itu. Kami duduk di dahan-dahan yang tinggi, bercerita, tertawa, dan saling melempar buah kersen. Dunia anak usia empat tahun terasa luas dan aman di atas sana. Kami bermain terlalu asyik, berpindah dari satu dahan ke dahan lain, sampai saya tidak sadar bahwa kaki saya sudah melangkah terlalu jauh.

Saya sudah berada di dahan yang pas di atas kandang.

Ketika menunduk dan menyadari posisi itu, rasa terkejut mendadak merebut keseimbangan saya. Kaki saya terpeleset. Tubuh kecil saya meluncur ke bawah, menembus ruang terbuka di atas kandang, lalu mendarat di tanah.

Brak.

Dunia langsung senyap.

Saya berada di dalam kandang ram tiga kali tiga meter itu.

Saya pucat. Air mata sudah di ujung kelopak, siap jatuh. Saya ingin berteriak memanggil teman-teman di atas, tetapi tenggorokan terkunci. Suara tidak keluar sama sekali. Saya hanya bisa diam, kaku, menjadi benda mati di sudut kandang.

Di depan saya, kasuari itu juga diam.

Ia tidak langsung menyerang. Ia hanya mengangkat kepalanya, lalu memperhatikan saya dari kejauhan.

Kitong dua baku lihat.

Saya dengan dada yang bergemuruh kencang, menahan napas agar burung itu tidak melangkah maju. Sementara kasuari itu terus menatap saya dengan sepasang mata kecil, bulat, dan berwarna merah darah, merah seperti buah kersen masak yang tadi kami lempar-lempar dari atas pohon.

Saya tidak pernah tahu apa yang ada di dalam kepalanya saat melihat seorang anak manusia tiba-tiba jatuh dari langit kersennya.

Di atas pohon, suara tawa Leni dan teman-teman mendadak hilang. Di dalam kandang, waktu seperti berhenti berputar. Saya diam di sudut kandang, dan sepasang mata merah itu terus menatap.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(