Mari Merayakan Kemenangan dalam Senyap di Rumah Saja

Lebaran datang, namun udara terasa getir. Ujian terberat bagi bangsa ini hadir bukan dalam bentuk serbuan musuh bersenjata, melainkan senyap dalam embusan napas. Jutaan orang bersiap merayakan Idul Fitri. Biasanya, puncak kegembiraan ini menciptakan lautan manusia di pasar, terminal, hingga pelataran masjid. Kini, kerumunan adalah maut yang menyamar.

Pemerintah berteriak agar kita meminimalisasi keramaian. Kedisiplinan menjadi tuntutan mutlak yang sering kali luntur di tengah jalan. Kita melihat ketegasan aparat melarang mudik, meski banyak orang masih mencari celah untuk pulang kampung. Jalanan tetap macet oleh mereka yang ngeyel.

Pekerjaan rumah tersulit terletak pada ibadah salat Id. Badan Intelijen Negara sudah memberi peringatan tentang lonjakan kasus jika salat berjemaah di lapangan tetap terlaksana. Aturan memang tidak menyebut larangan eksplisit untuk salat di masjid secara tekstual. Namun, Peraturan Menteri Kesehatan soal pembatasan sosial sudah cukup menjadi kompas bagi mereka yang punya akal sehat.

Banyak orang berdalih lingkungan mereka masih zona hijau. Mereka merasa aman karena mata tidak melihat virus yang beterbangan. Padahal, ketiadaan kasus di sebuah dusun tidak menjamin keselamatan bagi mereka yang baru saja turun dari kendaraan umum. Pemerintah pusat mewanti-wanti, namun suara mereka sering kali pecah di tingkat bawah.

Negara tidak akan sanggup menjangkau setiap sudut tanpa bantuan para pemuka agama dan tokoh masyarakat. Fatwa mereka lebih didengar daripada pidato pejabat yang kaku. Meyakinkan umat bahwa yang dilarang adalah kerumunannya, bukan esensi ibadahnya, menjadi tugas besar. Corona tidak mengenal diskriminasi, maka aturan pun harus adil bagi semua.

Keesokan harinya, kita dihadapkan pada realitas silaturahim virtual. Lebaran identik dengan cium tangan, pelukan, dan kumpul keluarga besar. Ritual itu berubah menjadi jebakan yang membahayakan nyawa di masa pandemi.

Tagar Indonesia terserah muncul di jagat maya. Tenaga medis yang bertaruh nyawa di rumah sakit merasa kecewa melihat pasar kembali sesak dan antrean bandara membeludak. Dokter dan perawat membayangkan beban kerja mereka yang tak akan pernah usai jika masyarakat tetap mengabaikan bahaya. Rasa lelah mereka nyata, sementara ego sebagian warga justru kian menebal.

Kita mendorong semua orang untuk berdiam diri di rumah. Salat Id bersama keluarga inti di ruang tamu bukan sebuah dosa. Mudik adalah hal yang bisa ditunda sampai pandemi benar-benar menyepi dari bumi ini.

Gunakan aplikasi percakapan untuk bermaafan. Layar gawai kini menjadi jembatan penghubung yang paling aman bagi hati yang ingin bertemu. Idul Fitri adalah kemenangan, dan kemenangan terbesar tahun ini adalah menjaga keluarga tetap sehat di rumah sendiri.

Berikan yang terbaik bagi sesama dengan menjauhi mereka secara fisik. Sebuah pengorbanan yang terdengar paradoks namun amat mulia. Jaga jarak, agar kita bisa bertemu kembali di lain waktu tanpa harus kehilangan seseorang yang kita cintai. Selamat merayakan hari yang suci ini dalam sunyi yang berarti.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(