Mbah Moen, Episentrum Damai di Tengah Hiruk Pikuk Politik Nasional

Tanah suci Mekah menjadi saksi bisu kepergian seorang lelaki tua yang jiwanya telah lama melampaui sekat-sekat dinding pesantren. KH Maimoen Zubair telah menuntaskan tugasnya. Ia meninggalkan ruang publik yang belakangan ini makin bising oleh teriakan kebencian, di mana agama sering kali diperalat menjadi cambuk untuk mencambuk mereka yang dianggap berbeda.

Mbah Moen datang dari tradisi yang tidak mengenal istilah memaki lawan sebagai sesat. Ia memilih jalan sunyi yang merangkul, bukan memukul. Ukhuwah wathoniyah bukan sekadar istilah dalam lembar ceramah bagi beliau. Ia menghidupi konsep itu lewat tindak-tanduk yang bersahaja.

Kehilangan ini bukan milik satu golongan saja.

Gereja-gereja turut bersedih. PGI dan KWI merasakan kehilangan yang sama dengan para santri. Tentu saja, karena beliau memandang kemanusiaan sebagai titik tumpu utama sebelum bicara soal Tuhan. Beliau menolak menjadi hakim bagi keyakinan orang lain. Beliau memilih menebarkan Islam yang tersenyum daripada Islam yang gemar mengerutkan dahi lalu mengacungkan telunjuk.

NKRI baginya bukan slogan yang diteriakkan saat upacara. Itu adalah napas yang menyatu dalam detak jantungnya.

Di tengah banjir konservatisme yang makin meluap, sosok seperti Mbah Moen menjadi air yang mendinginkan. Demokrasi kita sedang sakit, terinfeksi oleh politik identitas yang membuat warga saling curiga. Kinerja demokrasi merosot tajam sejak tahun 2013 karena diskriminasi menjadi menu sarapan harian di jagat digital. Kita membutuhkan orang-orang yang sanggup berdiri di atas perbedaan tanpa merasa perlu merobohkan rumah orang lain.

Politisi-politisi dengan ambisi besar selalu datang mengetuk pintunya. Mereka tahu restu Mbah Moen membawa berkah elektoral. Jokowi dan Prabowo pun pernah duduk di hadapannya saat suhu politik mencapai titik didih. Beliau menerima mereka dengan tangan terbuka. Rumah beliau menjadi episentrum bagi mereka yang sedang bertarung mencari kuasa.

Beliau tidak pernah menutup pintu. Beliau memandang siapa pun yang datang dengan mata jernih.

Mbah Moen sudah berpulang. Tangisan umat tidak akan mengembalikan napasnya. Sekarang, pertanyaannya tersisa bagi mereka yang masih hidup. Apakah para ulama dan pemimpin negeri ini sanggup meniru caranya menempatkan bangsa di atas kepentingan golongan?

Kita terlalu sering melihat tokoh agama yang malah sibuk memanasi suasana, sementara pemimpin politiknya justru sibuk mencari untung di tengah kekacauan. Mbah Moen meninggalkan sebuah pesan besar tanpa harus mengucapkannya lagi. Selamat jalan, Mbah. Semoga tanah di sana lebih damai daripada apa yang engkau tinggalkan di negeri ini.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(