Pukul Dua Malam dan Tidak Ada yang Tahu

Ada perempuan yang menyimpan nomor seseorang di ponselnya, tetapi tidak pernah menelepon. Nomornya ada. Orangnya mungkin ada. Namun, jarinya tidak pernah bergerak.

Saya tidak tahu siapa perempuan itu. Mungkin tetangga, orang yang pernah duduk di sebelah kita di dalam angkot, atau seseorang yang kita kenal tetapi tidak sungguh-sungguh kita pahami. Yang saya tahu: ia nyata, dan jumlah mereka banyak.

***

Kesepian memiliki banyak rupa. Kadang ia menyusup pelan-pelan seperti air yang meresap ke dalam tembok, atau datang tiba-tiba serupa lampu yang mendadak mati. Namun, ada satu jenis kesepian yang paling berat: yang datang justru setelah semuanya selesai.

Masa ketika anak-anak sudah besar lalu pergi ke kota lain. Masa pasca-pernikahan yang retak atau yang berjalan terlalu diam. Serta waktu di kala pekerjaan melelahkan telah menghabiskan siang, lalu malam datang tanpa ada siapa pun yang menunggu di meja makan.

Kesepian seperti itu tidak memiliki nama yang baik. Kita hanya biasa menghibur diri dengan berkata: hidupnya memang begitu, sudah nasibnya. Kita jarang mau jujur mengakui: ia sebenarnya hanya butuh seseorang.

***

Saya pernah mendengar cerita tentang seorang perempuan, berusia empat puluh sekian tahun, yang setiap malam Minggu duduk sendirian di kafe yang sama. Memilih meja pojok, memesan kopi yang sama, dan menghadapi buku yang adakalanya tidak pernah dibuka.

Suatu hari, seorang pemuda duduk di meja sebelah. Ia menyapa, lalu mereka terlibat percakapan tentang buku, film, dan hal-hal kecil yang tidak penting. Perempuan itu pulang lebih larut dari biasanya.

Dalam hati, ia mungkin membatin: ternyata nyaman juga ada orang yang mau mendengarkan saya

Namun keesokan harinya, cerita itu sudah berjalan dari mulut ke mulut. Nadanya bukan simpati, melainkan desas-desus menggelitik yang menganggap adegan itu sebagai sesuatu yang lucu atau sedikit memalukan.

Padahal yang terjadi sebenarnya sederhana: dua orang manusia sedang berbicara.

***

Kita memiliki kosakata yang aneh untuk perempuan yang mencari kehangatan di luar batas yang dianggap semestinya. Tante girang. Istilah itu langsung melemparkan visual miring, nada sinis, serta penghakiman sepihak.

Namun, coba kita balik posisi itu sebentar. Laki-laki yang yang mencari perempuan yang jauh lebih muda, duduk di kafe, lalu menyapa, biasanya tidak pernah mendapat label seburuk itu. Paling-paling orang hanya akan berkomentar: ah, biasa itu, laki-laki memang begitu. Istilah Om senang tidak pernah membumi dan sekorosif kata Tante girang.

Perbedaan ini bukan perkara kecil. Ia menunjukkan siapa yang secara sosial diizinkan memiliki rasa rindu, dan siapa yang dipaksa harus menyimpannya sendiri sampai mati.

***

Seorang teman pernah mengatakan sesuatu yang saya ingat sampai sekarang. Katanya, yang paling melelahkan bukan ketika kita tidak memiliki apa-apa, melainkan ketika kita sudah memberikan segalanya, tetapi di akhir hari tidak ada tempat untuk meletakkan diri sendiri.

Banyak perempuan yang hidup di titik nadir itu. Sudah mengurus banyak hal; menjadi ibu, istri, anak, dan teman kerja. Sudah selalu ada untuk kepentingan banyak orang. Namun, ketika malam datang dan rumah berubah sunyi, tidak ada satu pun suara yang bertanya:

“Kau baik-baik saja?”

Bukan karena orang-orang di sekitarnya tidak peduli. Mungkin mereka peduli. Namun, kita terlalu sering tidak terbiasa menanyakan hal selembut itu kepada perempuan yang sehari-hari sudah terlihat kuat.

***

Yang membuat saya terpikir bukan fakta bahwa perempuan itu mencari teman, karena hal itu teramat manusiawi. Yang membuat saya terpikir adalah kenyataan bahwa masyarakat kita belum menyiapkan tempat yang aman untuk ruang komparasi tersebut.

Ketika ruang aman tidak tersedia, orang-orang akan mencarinya di tempat-tempat yang tidak resmi. Di sudut yang gelap, atau di dalam hubungan yang tidak seimbang. Dan di sana, terlalu sering, posisi perempuan berakhir sebagai pihak yang dirugikan.

Bukan karena perempuan itu bodoh atau lemah. Namun, karena kebutuhannya yang nyata terpaksa bertemu dengan dunia yang hanya menawarkan transaksi, bukan ketulusan.

***

Perempuan di meja pojok kafe itu, saya tidak tahu apa yang akhirnya terjadi padanya. Entah ia masih setia ke sana setiap malam Minggu, sudah menemukan ruang hidup yang lebih baik, atau justru memilih pulang lebih awal untuk mengunci pintu rumahnya rapat-rapat.

Yang saya tahu pasti: ia bukan cerita lucu, bukan fenomena sosial, dan bukan bahan gunjingan.

Ia hanya seorang manusia yang ingin bicara.

Dan pada malam Minggu itu, ada seseorang yang bersedia mendengarkan.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(