Di Mana Negara Saat Aksi Barbar Provokator Membakar Wamena?

Wamena terbakar. Asap hitam membubung tinggi ke langit, menelan rumah-rumah warga dan bangunan pemerintah dalam kobaran api yang tak kenal ampun. Puluhan nyawa lenyap seketika, dihilangkan dengan cara yang membuat akal sehat kita merinding ketakutan. Tragedi ini bukan lagi sekadar unjuk rasa yang kebablasan. Ia adalah amuk yang kehilangan arah, sebuah tontonan barbar yang mempertontonkan kebencian sebagai hidangan utama.

Semua bermula dari selembar berita bohong.

Masyarakat bergerak liar karena termakan provokasi. Hoaks menjadi bahan bakar paling efektif untuk menyalakan bara dendam yang memang sudah lama tersimpan di bawah permukaan. Mereka merusak, mereka menjarah, dan mereka membantai sesama manusia. Inilah hasil ketika akal budi menyerah kalah pada hasutan.

Tangan-tangan jahat bekerja dengan rapi.

Pendatang menjadi sasaran empuk. Rumah-rumah mereka berubah menjadi tungku raksasa yang memanggang penghuninya hidup-hidup. Orang-orang malang itu terusir dari tempat yang mereka sebut rumah selama bertahun-tahun. Mereka kehilangan segalanya, bahkan hak untuk bernapas pun direnggut oleh kerumunan yang kehilangan kendali diri.

Negara di mana saat kejadian itu berlangsung?

Aparat keamanan tampak gagap menghadapi realitas yang telanjur meledak di depan mata. Kehadiran negara bukan sekadar formalitas upacara atau patroli di jalan raya saat kondisi tenang. Ia wajib menunjukkan taringnya melalui penegakan hukum yang tidak memilah siapa pelakunya. Kompromi terhadap para pelanggar hukum hanya akan membusukkan masa depan kedamaian di sana.

Hukum tidak boleh membeda-bedakan wajah atau asal daerah. Jika seseorang membakar atau membunuh, hukum harus menyeretnya ke balik jeruji besi tanpa perlu negosiasi politik yang berbelit-belit. Membiarkan kekerasan tanpa sanksi tegas sama saja dengan memberi izin bagi kekerasan berikutnya untuk meletus.

Tokoh agama dan tetua adat harus keluar dari zona nyaman.

Suara mereka perlu terdengar hingga ke gang-gang sempit, mengingatkan setiap orang bahwa hidup bersama adalah pilihan paling masuk akal di atas tanah yang sama. Provokator di luar sana selalu menanti kesempatan untuk memperlebar retakan. Mereka tertawa melihat kita saling bunuh dan menghancurkan masa depan sendiri.

Rekonsiliasi bukan sekadar kata-kata manis dalam teks pidato resmi. Ia adalah pekerjaan rumah yang melelahkan, membutuhkan kesabaran luar biasa, serta kemauan untuk jujur mengakui bahwa kita telah gagal menjaga harmoni. Jangan biarkan luka ini menganga lebar hingga tak lagi bisa dijahit. Papua adalah cermin bagi kita semua, dan saat ini, wajah kita di cermin itu terlihat sangat memprihatinkan.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(