Ironi antara Pohon Durian dan Triliunan Rupiah

Dua orang manusia berdiri di hadapan timbangan keadilan kita. Saulina namanya. Nenek renta berusia sembilan puluh dua tahun dengan kulit yang melipat seperti peta lama penuh rahasia. Lawan mainnya bernama Honggo Wendratno. Laki-laki ini punya usia jauh lebih muda, punya jabatan tinggi sebagai direktur perusahaan besar, dan punya kemampuan magis untuk menghilang di balik cakrawala.

Honggo membawa pergi tiga puluh lima triliun rupiah uang negara dalam koper-koper kondensat. Dia pergi melintasi perbatasan negara dengan langkah enteng. Tidak ada borgol yang mengikat pergelangan tangannya. Tidak ada pencekalan yang menghalangi gerak langkahnya. Penegak hukum kita bahkan seolah memberi karpet merah saat dia membelakangi panggilan pemeriksaan.

Uang memang memiliki bau harum yang mampu membius hidung para petugas di garda depan.

Sementara itu, Saulina berhadapan dengan murka pengadilan karena dituduh merusak pohon durian. Lima inci diameter kayu yang mungkin lebih berharga daripada nyawa si nenek di mata hukum kita.

Vonis jatuh seperti palu godam. Satu bulan empat belas hari penjara bagi perempuan yang seharusnya menghabiskan sisa umur di atas kursi goyang sambil memandangi senja.

Pengadilan bekerja sesuai prosedur. Mereka membuka kitab hukum, mencocokkan pasal, dan menjatuhkan hukuman tanpa membiarkan sedikit pun rasa iba menyelinap masuk ke dalam ruang sidang yang dingin.

Hukum kita adalah kacamata kuda. Ia menatap lurus pada huruf-huruf mati, namun lumpuh saat harus melihat wajah manusia yang sebenarnya.

Kejadian seperti ini menjadi komedi hitam paling pahit di republik ini.

Kita memiliki polisi, jaksa, dan hakim yang bekerja dengan presisi mesin tik tua. Mereka terlalu patuh pada teks formal hingga lupa bahwa tujuan hukum ialah menghadirkan keadilan, bukan sekadar menghukum orang kecil demi memenuhi kuota perkara. Sensitivitas sosial mereka tumpul seperti pisau dapur yang terlalu lama tidak diasah.

Honggo menikmati hidup dengan uang curian di negeri orang. Dia mungkin sedang meneguk anggur mahal sambil tertawa melihat layar televisi yang menyiarkan berita Saulina meringkuk di jeruji besi.

Ketimpangan ini bukan lagi soal salah sangka. Ini adalah watak asli penegak hukum kita yang lebih gemar memburu orang kecil agar terlihat sibuk, sementara para bandit besar dibiarkan melenggang demi kenyamanan bersama. Jika besok ada seseorang masuk bui karena mencuri sebutir cabai atau sandal jepit, janganlah kaget.

Pemandangan ini akan terus berulang selama hukum hanya berani menggigit tumit yang telanjang. Hukum kita takut pada sepatu mengkilap dan jas mewah.

Saulina kini duduk di lantai penjara yang dingin, sedangkan Honggo mungkin sedang bermimpi indah di luar sana. Republik ini memang punya selera humor yang sangat kelam.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(