Pertaruhan Nyawa di Balik Kalkulasi Ekonomi Istana

Jakarta berkeringat dingin di bawah kepungan gelombang kedua pandemi. Rumah sakit kehabisan napas, tenda-tenda darurat berdiri di pelataran, sementara angka kematian merangkak naik tanpa permisi. Pemerintah memilih jalan yang menenangkan diri sendiri. Mereka menolak karantina wilayah dengan alasan klasik yang sering terdengar di ruang-ruang rapat istana.

Ekonomi menjadi tameng utama. Nyawa seolah menjadi variabel yang bisa ditunda kepentingannya.

Presiden bersikukuh dengan jurus pembatasan mikro. Dia meminta daerah memperketat aturan skala kecil demi menjaga roda bisnis tetap berputar. Argumennya jelas. Karantina wilayah mahal harganya. Negara harus menanggung beban pangan bagi rakyat di bawah karantina menurut undang-undang yang ada. Dia merasa tidak perlu melakukan itu.

Sikap ini mengingatkan kita pada gaya bicara Donald Trump di seberang sana.

Penawarnya tidak boleh lebih buruk dari penyakitnya, kata mereka. Logika yang sama yang memprioritaskan kalkulasi laba di atas denyut nadi manusia yang sekarat di bangsal-bangsal rumah sakit. Presiden juga menaruh harapan besar pada kecepatan vaksinasi. Dia menargetkan Jakarta mencapai kekebalan kelompok dalam waktu singkat. Ambisi yang indah di atas kertas.

Epidemiolog menangis di balik data. Mereka melihat sistem kesehatan kita yang sudah di ujung tanduk. Bed rumah sakit terisi penuh, mencapai angka yang membuat bulu kuduk berdiri. Rekor kasus harian terus terpecahkan, menambah deretan nama yang pergi meninggalkan dunia.

Angka-angka di atas kertas jauh dari kenyataan lapangan. Tes yang minim membuat statistik kita tampak lebih ramah dari aslinya. Pakar medis berteriak meminta karantina wilayah. Mereka melihat pembatasan mikro yang diagungkan pemerintah gagal total. Kebijakan itu sudah berjalan, namun virus justru melesat liar tanpa kendali.

Keyakinan pemerintah tentang kekebalan kelompok pun goyah. Pasokan vaksin tidak menentu. Ketidakpastian menjalar ke setiap sudut kebijakan.

Presiden tetap keras kepala. Dia mencoba menyamakan pembatasan mikro dengan karantina wilayah. Sebuah retorika yang tidak mengubah realitas di lapangan. Kini nasib kita berada di tangan sendiri. Kita harus berjibaku di zona merah, berharap strategi presiden bekerja, atau kita tinggal menunggu tsunami virus menyapu bersih sisanya. Kematian kawan dan kerabat menjadi harga yang harus dibayar. Kita menuju resesi yang panjang dan menyakitkan, sementara pemerintah sibuk mencari pembenaran atas taruhan nyawa yang mereka buat sendiri.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(