Eropa berpesta. Mereka membuka pintu stadion meski virus masih mengintai di balik pintu keluar. Euro 2020 akhirnya berdenyut setelah setahun tertunda. Mereka membiarkan penonton masuk dengan jumlah terbatas.
Sebuah keberanian yang lahir dari keyakinan bahwa benua itu sudah sanggup menjinakkan pandemi yang sempat meluluhlantakkan tatanan hidup mereka.
Jauh di seberang lautan, Brasil bernasib naas. Mereka memaksakan Copa America berjalan di stadion kosong. Persiapannya berantakan. Baru dua hari bergulir, puluhan pemain dan staf tumbang oleh virus.
Berita tentang kegagalan itu menyebar cepat. Sebuah gambaran kontras tentang bagaimana sebuah negeri memperlakukan ajang olahraga di tengah badai kesehatan.
Sebelas negara menjadi tuan rumah pesta sepak bola empat tahunan ini. Mereka memikul tanggung jawab besar. Aturan keamanan ketat mereka berlakukan untuk mencegah gelombang transmisi baru.
Keputusan menjalankan turnamen ini menjadi bukti nyata kepercayaan diri Eropa. Pekan-pekan mendatang menjadi ujian apakah langkah mereka benar atau justru sebuah perjudian maut.
Eropa menetapkan standar emas dalam penyelenggaraan ajang olahraga selama masa pandemi. Liga-liga domestik hingga kompetisi antarklub seperti Liga Champions berjalan tanpa hambatan berarti sampai babak final. Mereka berhasil mengawal setiap laga hingga piala terangkat ke udara.
Sebelumnya, Roland Garros di Prancis memanjakan mata penggemar tenis dengan laga-laga berkualitas. Panitia membatasi penonton seribu orang tiap hari. Angka itu cukup untuk menjaga kehormatan turnamen. Sukses.
Mereka berharap Euro 2020 mengikuti jejak yang sama. Pemain dan staf tim sudah terbiasa dengan aturan kesehatan yang kaku. Persoalannya ada pada massa penonton. Panitia merasa sanggup menjinakkan mereka dengan protokol yang ketat di setiap stadion.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa memprediksi setengah juta penonton akan memadati stadion. Kapasitas stadion hanya mereka gunakan separuh. Munich bahkan membatasi hunian hingga dua puluh dua persen. Wembley di London, tempat laga final berlangsung, mematok batas dua puluh lima persen.
Pesta Euro 2020 yang berjalan lancar bakal menginspirasi penyelenggara ajang besar lainnya, termasuk Olimpiade Tokyo bulan depan. Mereka akan berusaha keras memastikan pertunjukan tetap berjalan dengan aman.
Arena olahraga berfungsi sebagai pembuktian kapasitas manusia menghadapi tantangan. Kita terus menguji ketahanan diri saat varian baru virus memicu lonjakan infeksi di berbagai negara.
Pandemi ini memaksa kita bermain hingga babak perpanjangan waktu. Mungkin kita harus melalui adu penalti yang mendebarkan. Perjuangan ini menuntut tenaga besar dan waktu lama. Tidak ada pilihan lain selain terus bermain dan memenangkan pertandingan.