Masihkah Ada Demokrasi di Era Teror Digital?

Dua puluh tiga tahun silam, mahasiswa berbaris di jalanan Jakarta. Mereka menumbangkan seorang despot tua. Seorang ilmuwan politik Amerika memuji peristiwa itu sebagai revolusi pertama yang memakai internet. Kita semua percaya pada dongeng itu. Kita yakin mesin digital akan membawa cahaya bagi demokrasi.

Ternyata kita salah!

Kini, layar gawai kita bukan lagi jendela kebebasan. Ia berubah menjadi cermin ketakutan. Ruang digital kita menyusut. Dissent, atau suara sumbang, kini berbuah bui. Aparat sibuk menjerat pengkritik dengan pasal karet pencemaran nama baik. Hoaks menjadi alasan paling ampuh untuk membungkam mulut-mulut yang terlalu berani bertanya.

Kisah teranyar menyasar aktivis antikorupsi. Mereka menyoroti perombakan di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi. Tujuh puluh lima pegawai disingkirkan lewat tes wawasan kebangsaan yang aneh. Diskusi daring yang menampilkan mantan pimpinan komisi dirusak oleh serbuan gambar porno. Akun percakapan pribadi mereka dibajak.

Novel Baswedan mendapati akun Telegram-nya berpindah tangan. Febri Diansyah kehilangan akses ke aplikasi pesan singkatnya. Kedua orang ini memang gemar mengusik kenyamanan penguasa. Mereka bukan korban pertama.

Para pengkritik revisi undang-undang komisi antikorupsi dulu mengalami hal serupa. Mereka yang mempertanyakan penanganan pandemi atau kekerasan di Papua juga merasakan teror digital yang sama. Data dicuri. Telepon terus berdering di tengah malam oleh robot. Pesan ancaman masuk ke kotak masuk tanpa jeda.

Normalisasi teror digital sedang berlangsung di depan mata. Warga dibuat cemas setiap kali hendak bersuara. Kita dipaksa memilih antara diam atau berhadapan dengan peretas bayaran.

Pemerintah memang tidak meninggalkan sidik jari di tempat kejadian perkara. Tidak ada bukti langsung yang menghubungkan kantor negara dengan serangan siber ini. Namun, mereka memikul kewajiban penuh untuk mengusut tuntas. Kegagalan menindak para peretas berarti lampu hijau bagi penindasan yang lebih luas.

Kebebasan daring kini terancam. Utopia tentang ruang siber yang egaliter pupus di tangan para anonim yang gemar membungkam. Demokrasi kita sedang sekarat di atas meja digital yang dingin.

Jika kita membiarkan ini berlalu tanpa perlawanan, kita hanya akan menunggu giliran untuk disenyapkan oleh kegelapan yang sama.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(