Sebuah Mimpi Tentang Mimpi Kita

Ini adalah cerita tentang sebuah mimpi
ketika temaram pagi meraup butiran embun
aku, sendiri, menyongsong damai

menghitung dedaun berserakan
kuning dan rapuh

melabur debu di kelopak mata,
perih memerah

Ini adalah nyanyian sunyi sebuah cita-cita
mungkin tak ‘kan pernah terdengar olehmu
senandungku, bergema di tepian

detak jantung melambat
dengus napas memburu

masih kubergumam
mengeja huruf demi huruf namamu

Mimpi tak ‘kan usai (kuyakin)
seperti matahari yang tak padam
meski tersendiri dia di atas sana

Aku ‘kan menjumpaimu senja nanti
tuntaskan sejarah masa lalu
sebuah mimpi tentang mimpi kita

Percayalah…

Bagikan

2 comments

  1. Jangan biarkan ionion cinta dalam hatimu
    Teraktivasi menjauh dari pusaran kedamaian
    Tetaplah dalam stasioner kelembutan

    Dalam rentak hidup
    Tak terbilang getargetar gelombang yang mengusik
    Bersilangan, bersahutan bertumpukan
    Saling bergesek bahkan bertumbukkan

    Dekap hati

    Biarkan angin kembara merambah makna di tataran rasa
    Dan hutan kedamaian ini
    Tetap lebat menjaga kesejukan bersama
    Bernafas bebas
    Mengatur bulir detak jantung berirama

    Sungaisungai tetap mengalir
    Mencurahkan percik senyum
    Jangan takut topan melanda
    Jangan takut siklon memicingkan mata
    Jangan
    Jangan takut badai menghalangi langkah bersama

    Ketika dua tangan dan dua hati bertaut
    Badai siklon topan kan berlalu berganti cercah cerah
    Hari hari menapak
    Menuju rumah yang KAU tunjukkan, Insyaallah

Leave a Reply