Warisan Terlarang Rumah Leluhur

Kabut tebal membungkus Desa Gema Raharja seperti kain kafan basah. Roni dan Maya berdiri di depan bangunan tua peninggalan kakek buyut Roni yang sudah lama terbengkalai. Kayu-kayu dindingnya sudah melapuk, mengeluarkan bau apek yang menusuk hidung, seolah rumah itu menolak kehadiran manusia. Roni, dengan segala rasa penasarannya, ingin menuntaskan rasa penasaran mengenai warisan yang tertutup misteri kematian sang kakek.

“Rumah begini cuma tumpukan sampah sejarah, Ron,” Maya berbisik, jemarinya mencengkeram lengan jaket pria itu kuat-kuat. “Ayo balik saja. Firasatku tidak enak.”

Roni tidak peduli. Dia mendorong pintu kayu yang mengeluarkan derit menyayat, seperti jeritan orang sekarat. Debu beterbangan menyambut mereka, menari-nari di bawah sorot lampu senter yang redup. Setiap langkah mereka di atas lantai kayu yang rapuh menghasilkan gema, seolah ada seribu telinga yang mendengarkan dari balik dinding-dinding yang membusuk.

Langkah mereka berakhir di depan pintu bawah tanah yang sedikit terbuka. Kegelapan di balik pintu itu pekat, seolah memiliki massa sendiri yang menelan cahaya senter. Maya menarik napas tertahan, langkahnya mundur perlahan.

“Tidak perlu masuk ke sana, Ron. Cukup. Kita lihat rumahnya, lalu pergi,” Maya mendesak.

Roni tidak menggubris. Dia melangkah menuruni anak tangga kayu yang protes dengan bunyi berdecit setiap kali diinjak. Maya tidak punya pilihan lain. Dia membuntuti Roni, jantungnya berdegup liar di dalam dada. Bau lembap di bawah tanah itu jauh lebih menusuk, membuat napas terasa berat.

Roni jongkok di dekat meja tua yang penuh debu, memungut sebuah buku catatan bersampul kulit hitam. Halaman-halamannya kosong melompong, tanpa tinta sedikit pun.

“Tempat ini aneh,” gumam Roni, alisnya berkerut heran.

Maya tidak sanggup lagi berdiam diri. Matanya terpaku pada dinding batu di sudut ruangan yang penuh ukiran aneh, simbol-simbol yang tampak baru dibuat. “Ada yang tidak beres di sini, Ron. Ayo naik ke atas sebelum terjadi sesuatu.”

Sebuah bisikan lembut menyeruak dari arah dinding batu. Awalnya samar, seperti desir angin, namun perlahan mengeras menjadi desisan penuh kebencian yang meminta mereka segera pergi.

“Dengar suara itu?” Roni bertanya, suaranya parau.

“Suara apa? Aku tidak dengar apa-apa,” Maya menjawab dengan napas yang mulai tersengal.

“Pergi… sebelum terbangun…” suara itu kembali, kini lebih tajam seperti sayatan pisau di udara.

Tanpa diminta, Maya menarik paksa lengan Roni. Tepat saat mereka hendak membalikkan badan, sebuah gesekan logam nyaring memecah kesunyian. Penutup parit besi di sudut ruangan bergeser kasar. Sesuatu yang besar sedang berjuang keras mendobrak keluar dari balik beton yang lembap.

“Lari, Maya!” teriak Roni.

Mereka memacu kaki menaiki anak tangga dengan sisa tenaga yang ada. Suara bisikan di bawah tadi sudah berubah menjadi jeritan pilu yang memekakkan telinga. Tepat saat kaki mereka menginjak lantai kayu di bagian atas, pintu bawah tanah membanting diri dengan dentuman yang menggetarkan seluruh fondasi rumah.

Hening kembali merajai suasana. Namun, tepat di depan pintu yang tertutup rapat itu, embusan napas panjang dan berat mulai terdengar. Sesuatu di balik pintu itu telah terjaga.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(