Tag: cerbung fiksi

12 menit baca
Post Oct 1, 2022

Pintu Kamar Dua Empat

Seandainya kebersamaan bersama Listy hanyalah sebuah plot di dalam tidur, maka Tirta berani bertaruh bahwa itu adalah tidur paling lelap yang pernah singgah di kepalanya. Sering kali Tirta mengutuk kenyataan yang memaksanya terjaga. Masalahnya,…

8 menit baca
Post Mar 1, 2022

Tembakan Salah Sasaran

Selasar rumah kos berlantai tiga itu mendadak penuh oleh semburat jingga sore hari. Tirta berjalan gontai, membawa lelah sisa jam kantor yang menumpuk di pundak. Langkah kakinya terhenti tepat ketika matanya menangkap sosok Listy…

7 menit baca
Post Feb 1, 2021

Gloomy Sunday di Benak Listy

Tirta tiba di kos dengan pakaian basah kuyup. Kulitnya menggigil. Kamar Jaka tertutup rapat, si penghuni pasti sedang tewas setelah dihajar sif malam di pabrik. Tirta melangkah ke depan pintu kamar Listy.Tok. Tok. "Masuk,…

5 menit baca
Post Dec 1, 2019

Filosofi Pion Catur

Rabu malam. Langit Grand Karangwangsa tumpah. Hujan melumpuhkan jalanan. Belasan motor merapat ke emperan toko. Tirta salah satunya. Setang motor bebek pinjaman itu berbelok ke parkiran lobi selatan. Atap beton melindunginya dari amukan air.…

5 menit baca
Post Nov 1, 2019

Disaksikan Bohlam Lima Watt

Papan catur kayu lipat ukuran dua puluh senti itu menjadi mainan baru. Saban jam menunjuk angka lima sore, Listy sudah mendekam di selasar lantai tiga. Bersila menunggui kotak-kotak hitam putih. Pion berbaris rapi. Tirta…

8 menit baca
Post Mar 1, 2019

Tak Sengaja Tidur Bareng

Langit Karangwangsa pecah. Air tumpah. Aspal abu-abu menjelma genangan keruh. Tirta dan Listy berlari menembus tirai hujan. Mata pedih. Pakaian melekat di kulit. Dingin menembus pori-pori begitu mereka sampai di selasar kos berlantai dua.…

4 menit baca
Post Mar 1, 2015

Perempuan Berstoking Hitam

Akhir September tahun 2000 menampar Tirta dengan kenyataan kering kerontang. Tiga tahun luntang-lantung bermodal ijazah Diploma Tiga dari Kalisari, pemuda itu cuma bisa menumpuk map cokelat di pojok kamar. Pengangguran memang bajingan; dia pelan-pelan…