Category: Puisi dan Prosa

1 menit baca
Post Jul 11, 2004

Pelangi Kita Sebatas Cakrawala

Kala ku bersetubuh dengan waktu, Hanya lelah Bersimbah rasa menelan bermega sukma Bahwa, Pelangi kita sebatas cakrawala Sedangkan aku terlanjur mencintai kebiruannya Seperti langit, Atap yang tiada terjamah Terlalu biru, Kebiruan yang menenggelamkan pandangku…

1 menit baca
Post Jul 11, 2004

Sebuah Penantian

Kasih, Apakah semak terasa sesak untuk disibak dan onak makin membercak bila terinjak? Pun duri akan meradang nyeri bila menyentuh pori-pori? Bila begitu, Jalan pulang masih dekat terlihat Kasih, Telahkah gelombang membuat pasakmu gamang,…

1 menit baca
Post Jun 30, 2004

Sentir

Bapak tua berbadan renta Ringkih berjalan nestapa di dada Pacul berlumuran lumpur dipanggul di bahu Siapa keluarga dimana rumahnya ku tak tahu Hanya saja terbersit di benakku Bagaimana aku bila ku tua Si bapak…

1 menit baca
Post Jun 24, 2004

Kuntum Mawar

Kuntum mawar tergeletak di koridor ini tepat sedetik setelah tetes malam melumuri waktu Namun adakah malam memeram harapan serupa kebun bagi mekarnya kuntum di hatimu atau, biarlah harapan kita layu bersama kuntum mawar tergeletak…

1 menit baca
Post Jun 18, 2004

Malam

Malam mendaki Kelip bintang melarut Orang malam mengutuk Malam bersorak Langit menyuram seram Orang malam meringkuk Malam itu... Saatnya orang malam Di sudut emper Semalam sepi Orang malam bermalam Sekarat di ambang Malam menguap…

1 menit baca
Post Jun 6, 2004

Saat Sepi dalam Lelap

Tak ada irama berisik Tak ada ketukan sepatu Tak ada detak jarum jam Tak ada lagu jangkerik Tak ada vokal para tokek Yang ada hanyalah Tarikan nafas Teratur Naik dan turun Yang ada hanyalah…

1 menit baca
Post May 1, 2004

Kerinduan

Semuanya terasa sepi dan hening, biarpun aku merasa dunia ini tetap berputar. Kehampaan itu melihat ke dalam hatiku. Tanpa kusadari aku terasa kosong. Aku seperti dibohongi hidup karena kehidupan yang memisahkan hatiku dan hatinya.…

1 menit baca
Post Apr 12, 2004

Mengenalmu

Mengenalmu, berarti terhenyak Menjabat tanganmu, mengingatkan daku pada angin Lembut bertiup di kedalaman jiwa Untukmu saja, kata ini menjelma puisi, menjelma badik, tetap berkilat, menerangi juluran tahun tak berhingga takdir kasih kita