Category: Puisi dan Prosa

1 menit baca
Post Jun 25, 2005

Hanya Sesaat

Rebah dalam pelukan penat menyandar jiwa sesaat Mengharap mimpi 'kan indah hempas segala resah Malam menyanyikan lagu alunan dendang mendayu Lelapkan tidurku sesaat 'tuk raga yang tersayat Esok mentari boleh datang pulang bawa bebayang…

1 menit baca
Post May 26, 2005

Seorang Diri

mengapa tertawa jiwa kala api menggejolak tak ada lagi jeda dari kegilaan aku sendiri berangan memerangkap waktu dalam kurungan dendam hari-hari seperti memburu dari dengus yang meleleh dari napas panjang dari erangan tertusuk luka…

1 menit baca
Post May 13, 2005

Masih Adakah Cinta Untukku?

Di mana mereka…? Yang ketika jatuh datang menghiba Yang berharap berbagi rasa kala kekecewaan menghimpit jiwa Yang selalu berkeluh kesah tentang hidup, tentang cinta dan tentang dunia Mereka telah meraih dunianya Mereka telah berbahagia…

1 menit baca
Post May 1, 2005

Abu Abu

aku menikammu, begitu tepat di atas lukamu, perih menganga, dan merah berdarah aku mengikat tubuhmu lemah, mengoyak dada kirimu, merogoh kedalam rongganya, merenggut gumpalan jantungmu, lalu melahapnya mentah-mentah... Big Stone, 01 Mei 05

2 menit baca
Post Feb 18, 2005

Denting Piano di Balik Jendela

Deru mesin motor membelah udara lembap Jalan Melati. Di sudut persimpangan, Cafe Seruni berdiri tenang. Bau kopi tubruk beradu dengan aroma hujan yang baru saja membasahi aspal. Aruna duduk di depan piano tua, jemarinya…

1 menit baca
Post Jan 28, 2005

Mutiaraku

kau mutiaraku, seperti seringai langit yang terik beringas mencari bening dalam gelap jiwa terlelap malam bukan tak syahdu pun bintang memendar tapi kau mutiaraku, seperti kosong mengoyak hampa hening dalam bening seringai beringas ……

2 menit baca
Post Oct 18, 2004

Takdir Terpatri di Kanvas

Di tepian Sungai Cempaka, Andina membiarkan kuasnya menari di atas kertas sketsa. Siang itu, aroma tanah basah dan desah angin di antara pucuk-pucuk bambu membisikkan sesuatu yang halus, sesuatu yang tidak bisa diberi nama.…

1 menit baca
Post Jul 15, 2004

Perempuan

Perempuan, sendu matamu nestapa terperangkap di wajah jiwa sekerat ikhlas termenung sejak bermusim-musim lalu seorang diri merapal harap samudera pun karam dalam peluh Sepi niscaya menikam sedang, siang malam telah musnah terkubur timbunan kenangan…