Category: Puisi dan Prosa

1 menit baca
Post Apr 28, 2006

Kupu-Kupu Kertas

Aku coba melukis rona Dalam mata sang kekasih yag bening Mengintip lorong panjang sukma Dengan kepakan lincah tangan bersayap Kupu-kupu yang berterbangan Menjelma sajak indah dalam gulungan daun Bersimpuh di taman hatimu Rindangkan jiwa…

2 menit baca
Post Oct 23, 2005

Tafsir Cahaya Kinanti

Malam di Taman Kota Senja selalu dingin, menyisakan embun yang menggantung di pucuk daun palem. Kinanti duduk sendiri di bangku besi yang catnya mulai mengelupas, matanya menatap langit yang hitam legam, menelan cahaya bintang…

2 menit baca
Post Aug 11, 2005

Pendar Meteor Saksi Bisu

Kopi susu di tangan Nessa mendingin. Uapnya berhenti mengepul, menyisakan jejak putih samar di permukaan cangkir keramik. Di luar, rintik hujan membasahi kaca jendela warung kopi kecil bernama Kedai Akar, menciptakan garis-garis abstrak yang…

1 menit baca
Post Jun 25, 2005

Hanya Sesaat

Rebah dalam pelukan penat menyandar jiwa sesaat Mengharap mimpi 'kan indah hempas segala resah Malam menyanyikan lagu alunan dendang mendayu Lelapkan tidurku sesaat 'tuk raga yang tersayat Esok mentari boleh datang pulang bawa bebayang…

1 menit baca
Post May 26, 2005

Seorang Diri

mengapa tertawa jiwa kala api menggejolak tak ada lagi jeda dari kegilaan aku sendiri berangan memerangkap waktu dalam kurungan dendam hari-hari seperti memburu dari dengus yang meleleh dari napas panjang dari erangan tertusuk luka…

1 menit baca
Post May 13, 2005

Masih Adakah Cinta Untukku?

Di mana mereka…? Yang ketika jatuh datang menghiba Yang berharap berbagi rasa kala kekecewaan menghimpit jiwa Yang selalu berkeluh kesah tentang hidup, tentang cinta dan tentang dunia Mereka telah meraih dunianya Mereka telah berbahagia…

1 menit baca
Post May 1, 2005

Abu Abu

aku menikammu, begitu tepat di atas lukamu, perih menganga, dan merah berdarah aku mengikat tubuhmu lemah, mengoyak dada kirimu, merogoh kedalam rongganya, merenggut gumpalan jantungmu, lalu melahapnya mentah-mentah... Big Stone, 01 Mei 05

2 menit baca
Post Feb 18, 2005

Denting Piano di Balik Jendela

Deru mesin motor membelah udara lembap Jalan Melati. Di sudut persimpangan, Cafe Seruni berdiri tenang. Bau kopi tubruk beradu dengan aroma hujan yang baru saja membasahi aspal. Aruna duduk di depan piano tua, jemarinya…