Hanya Sesaat
Rebah dalam pelukan penat menyandar jiwa sesaat Mengharap mimpi 'kan indah hempas segala resah Malam menyanyikan lagu alunan dendang mendayu Lelapkan tidurku sesaat 'tuk raga yang tersayat Esok mentari boleh datang pulang bawa bebayang…
Fragments of Memory
Rebah dalam pelukan penat menyandar jiwa sesaat Mengharap mimpi 'kan indah hempas segala resah Malam menyanyikan lagu alunan dendang mendayu Lelapkan tidurku sesaat 'tuk raga yang tersayat Esok mentari boleh datang pulang bawa bebayang…
mengapa tertawa jiwa kala api menggejolak tak ada lagi jeda dari kegilaan aku sendiri berangan memerangkap waktu dalam kurungan dendam hari-hari seperti memburu dari dengus yang meleleh dari napas panjang dari erangan tertusuk luka…
Di mana mereka…? Yang ketika jatuh datang menghiba Yang berharap berbagi rasa kala kekecewaan menghimpit jiwa Yang selalu berkeluh kesah tentang hidup, tentang cinta dan tentang dunia Mereka telah meraih dunianya Mereka telah berbahagia…
aku menikammu, begitu tepat di atas lukamu, perih menganga, dan merah berdarah aku mengikat tubuhmu lemah, mengoyak dada kirimu, merogoh kedalam rongganya, merenggut gumpalan jantungmu, lalu melahapnya mentah-mentah... Big Stone, 01 Mei 05
Deru mesin motor membelah udara lembap Jalan Melati. Di sudut persimpangan, Cafe Seruni berdiri tenang. Bau kopi tubruk beradu dengan aroma hujan yang baru saja membasahi aspal. Aruna duduk di depan piano tua, jemarinya…
kau mutiaraku, seperti seringai langit yang terik beringas mencari bening dalam gelap jiwa terlelap malam bukan tak syahdu pun bintang memendar tapi kau mutiaraku, seperti kosong mengoyak hampa hening dalam bening seringai beringas ……
Di tepian Sungai Cempaka, Andina membiarkan kuasnya menari di atas kertas sketsa. Siang itu, aroma tanah basah dan desah angin di antara pucuk-pucuk bambu membisikkan sesuatu yang halus, sesuatu yang tidak bisa diberi nama.…
Perempuan, sendu matamu nestapa terperangkap di wajah jiwa sekerat ikhlas termenung sejak bermusim-musim lalu seorang diri merapal harap samudera pun karam dalam peluh Sepi niscaya menikam sedang, siang malam telah musnah terkubur timbunan kenangan…