Dua tahun kita mendekam di bawah bayang-bayang virus. Angka statistik berderet panjang, mencatat jutaan nyawa yang hilang dan ratusan juta lainnya terinfeksi. Perasaan hidup di ambang kehancuran menghinggapi kepala. Belum lagi krisis iklim yang menumpuk di pundak, membuat rasa cemas menjadi kawan tidur sehari-hari.
Kita hafal betul pasang surut gelombang penularan ini. Pola hidup berganti, harapan mengecil, mengikuti irama virus yang tidak punya sopan santun. Saat angka kasus di negeri ini melandai dan separuh penduduk sudah menerima suntikan vaksin, varian Omicron datang menyapa. Rencana liburan akhir tahun buyar seketika. Agenda pembukaan kembali pintu kehidupan di tahun 2022 pun terancam berantakan.
Kepastian satu-satunya tentang virus ini adalah ketidakpastian.
Masa depan terlihat kelabu. Jika ada hiburan di tengah kemelut, kita menemukannya pada ketangguhan manusia. Gustav Klimt melukis karya agung saat Kekaisaran Hapsburg runtuh di depan matanya. Jimi Hendrix memetik gitar dan merekam lagu legendaris di tengah gejolak rasial yang membelah Amerika. Kekacauan melahirkan karya besar.
Di masa-masa sulit itu, insinyur NASA mengirim manusia pertama ke bulan.
Natal kemarin, saat Omicron mengamuk, mereka meluncurkan Teleskop Luar Angkasa James Webb. Alat canggih seharga miliaran dolar ini terbang ke angkasa setelah bertahun-tahun tertunda. Manusia, spesies yang konon keluar dari gua tiga ratus ribu tahun silam, kini menatap jauh ke asal-usul alam semesta. Kita berusaha mencari arti keberadaan diri di tengah hamparan ruang hampa yang luas.
Enam bulan lagi, teleskop itu mengirim kabar dari galaksi jauh. Temuan nanti akan menyadarkan kita tentang arti penting, atau betapa tidak berarti posisi kita di semesta ini. Semoga kesadaran itu membakar rasa kemanusiaan dan mendorong kita menyelesaikan satu masalah nyata: mengakhiri pandemi.
Jalan menuju ke sana sudah terbuka. Dalam tempo singkat, ilmuwan dan peneliti menyediakan vaksin serta alat bantu medis untuk menjinakkan virus. Prestasi ini layak mendapat tepuk tangan. Kita merayakan kemenangan nalar manusia di atas ketakutan. Selamat tahun baru.