Siapa yang Mewarisi Keteguhan Artidjo di Tengah Prahara Pengadilan yang Pincang?

Betapa murahnya harga keadilan di negeri ini. Ia telah diobral, dipotong harganya, dan dijajakan di pasar gelap hukum seolah-olah ia hanyalah barang sisa yang tak lagi punya kehormatan. Sungguh suatu tontonan yang memuakkan saat melihat bagaimana gedung yang seharusnya menjadi benteng terakhir kebenaran, justru berubah menjadi agen pemberi diskon bagi mereka yang telah menjarah keringat dan air mata rakyat.

Kita pernah memiliki Artidjo Alkostar. Ia adalah tiang penyangga yang berdiri tegak di atas fondasi integritas, satu-satunya sosok yang membuat para maling berdasi gemetar hanya dengan mendengar namanya disebut.

Ia tidak butuh sandiwara, tidak butuh panggung, dan tidak butuh suap untuk menjalankan tugasnya. Baginya, hukum bukanlah komoditas untuk ditawar. Namun, begitu ia pergi, para serigala yang selama ini bersembunyi di balik lubang-lubang persembunyiannya kini keluar menari-nari, merayakan runtuhnya kewibawaan hukum yang kini telah mereka kebiri.

Lihatlah apa yang terjadi sekarang. Putusan-putusan pengadilan berubah menjadi surat korting bagi para penjahat. Mereka yang seharusnya membusuk di balik jeruji besi sebagai hukuman atas pengkhianatan mereka terhadap bangsa, justru dihadiahi potongan masa tahanan.

Dengan alasan kekhilafan hakim, mereka merobohkan warisan kejujuran yang telah susah payah dibangun. Sungguh, sebuah alasan yang sangat licin dan pengecut. Menganggap hakim yang teguh sebagai sosok yang khilaf hanyalah cara halus untuk mengatakan bahwa mereka lebih suka memihak pada si penjarah daripada pada keadilan itu sendiri.

Dua puluh tiga perkara sudah mendapatkan bonus pengurangan hukuman, dan puluhan lainnya tengah mengantre dengan mulut yang berliur menanti giliran. Apakah ini yang kalian sebut sebagai keadilan?

Bagi para koruptor, Mahkamah Agung kini telah berubah rupa menjadi toko swalayan di mana hukuman bisa dibeli dengan murah. Mereka menertawakan kerja keras penyidik, mereka menginjak-injak rasa keadilan masyarakat, dan mereka memastikan bahwa efek jera hanyalah dongeng pengantar tidur yang tak akan pernah menjadi kenyataan.

Ketua Mahkamah Agung yang baru mungkin sedang sibuk mengurus kursi empuknya, sementara bawahannya sibuk memangkas hukuman demi kenyamanan para cukong dan politisi korup. Jika mereka membiarkan ini berlarut, maka tidak ada bedanya gedung itu dengan sarang penyamun.

Jangan bicara tentang hukum jika hanya untuk melindungi penjahat. Jangan bicara tentang keadilan jika kalian sendiri yang meruntuhkannya demi segelintir kepentingan yang menjijikkan.

Sejarah akan mencatat mereka yang mengobral hukuman ini sebagai pengkhianat kebenaran. Keadilan tidak bisa diwakili oleh mereka yang memiliki hati nurani yang bisa disesuaikan dengan besar kecilnya pengaruh sang koruptor.

Jika gedung itu sudah tak lagi mampu membedakan mana pencuri uang rakyat dan mana yang harusnya dilindungi, maka runtuhlah sudah wibawa negara ini.

Negeri ini tidak butuh mahkamah korting, negeri ini butuh hakim-hakim yang berani mati demi kebenaran, bukan hakim-hakim yang berani menjual keadilan demi kenyamanan pribadi.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(