Category: Puisi dan Prosa

5 menit baca
Post Nov 19, 2006

Langkah Berani Menembus Kabut

Hujan baru saja membasuh sisa-sisa debu di Pelabuhan Tanjung Perak ketika pelanggan terakhir melangkah keluar dari toko buku kecil milik Doni. Bunyi tetes air yang menghantam kaca tua berirama, seolah mengetuk-ngetuk minta izin untuk…

4 menit baca
Post Aug 7, 2006

Ikatan Maut Saudara Sejiwa

Di sudut kelas yang pengap, di bangku-bangku rumah sakit yang dingin, bahkan di ruang tamu rumah mereka sendiri, orang-orang menunggu sesuatu yang sederhana. Satu kalimat. Satu saja. Namun, bagi si kembar Juni dan Jeni,…

1 menit baca
Post Jun 17, 2006

Tujuh Puluh Tujuh Kali Kata Cinta

Senyumku tak lagi berarti saat aku mendapati diriku asing bagimu Tak sudikah kau memaafkan aku sayang? Setelah laut dipenuhi dengan tetes-tetes air mataku yang tak pernah berhenti mengalir menyuarakan sesal? Bagaimana lagi harus ku…

1 menit baca
Post Jun 17, 2006

Matahari Rasa

Tersenyumlah perempuanku Lepas sejenak candamu Biarkan meluap bagai embun Menetes bersama ribuan titik-titik bening Tengoklah daku seumpama malaikat kecilmu Peri bagi pedih dan dukamu yang pernah ada Teriaklah gadisku Pekakkan saja telingaku bila inginmu…

1 menit baca
Post Jun 8, 2006

Pagi Hampir Pasti

pagi hampir pasti tengah malam lenyap beberapa jam lalu, pagi hampir pasti, azan berkejaran di udara, pecah dari satu surau ke surau yang lain tapi percakapan kita tak juga berubah azan tak juga menjadi…

1 menit baca
Post Apr 29, 2006

Burung Gereja

Tangan kepakkan jadi sayap Melompat ringan kesana kemari Bertari riang dalam ciap-ciap Sepasang burung gereja Ketika bercerita tentang angin gelap Sesudah mentari terang Saat jendela pagi kembali terbuka Kala jiwanya seolah kehilangan nurani Merantai…

1 menit baca
Post Apr 28, 2006

Kupu-Kupu Kertas

Aku coba melukis rona Dalam mata sang kekasih yag bening Mengintip lorong panjang sukma Dengan kepakan lincah tangan bersayap Kupu-kupu yang berterbangan Menjelma sajak indah dalam gulungan daun Bersimpuh di taman hatimu Rindangkan jiwa…

2 menit baca
Post Oct 23, 2005

Tafsir Cahaya Kinanti

Malam di Taman Kota Senja selalu dingin, menyisakan embun yang menggantung di pucuk daun palem. Kinanti duduk sendiri di bangku besi yang catnya mulai mengelupas, matanya menatap langit yang hitam legam, menelan cahaya bintang…

2 menit baca
Post Aug 11, 2005

Pendar Meteor Saksi Bisu

Kopi susu di tangan Nessa mendingin. Uapnya berhenti mengepul, menyisakan jejak putih samar di permukaan cangkir keramik. Di luar, rintik hujan membasahi kaca jendela warung kopi kecil bernama Kedai Akar, menciptakan garis-garis abstrak yang…