Category: Puisi dan Prosa

1 menit baca
Post Feb 27, 2009

Hari Itu (Kau dan Anak Kecil)

hari itu, ketika dia melintasi gang depan rumahmu sambil menyengir kuda memamerkan baris-baris gigi kemuningnya kau hanya diam seperti takjub hari itu, ketika dia berteriak-teriak mengejar layangan putus di atas kepalamu yang sudah tergolek…

1 menit baca
Post Feb 6, 2009

Happy B-day

Pejamkan sejenak kedua mata Panjatkan segenap doa Tulus... Untuk seorang di sana Atas hari indahnya di tahun ini Tiup lilin agar segala ingin terwujud Berharap tak ada lagi duka untuknya Tak pernah ada mendung…

1 menit baca
Post Jan 13, 2009

Tau Kah….

tau kah.... tau kah hari ku yang telah terangkai... tau kah.... tau kah hati ku yang lampau dan telah meredup... tau kah... tau kah betapa rumit ku pecahkan sosokmu... tau kah... tau kah kan…

3 menit baca
Post Dec 12, 2008

Cerita Dari Balik Tembok

Dinding batako kamar sewaan nomor sembilan itu tipis, setipis lembaran kertas pembungkus gorengan, mengirimkan segala macam bunyi tanpa peduli pada hak privasi penghuninya. Sekar tahu itu sejak minggu pertama menempati kamar berbau apak ini…

5 menit baca
Post Nov 1, 2008

Aroma Garam Tanjung Tinggi

Kartu pos bergambar Pantai Tanjung Tinggi itu tergeletak pasrah di atas lantai ubin semen ruang tamu Laras. Hari itu hari Selasa, tipe hari melelahkan yang tidak memiliki beda sedikit pun dengan hari Senin sebelumnya,…

1 menit baca
Post Oct 3, 2008

Pangeran Ramadinejad

Tiada puisi buatmu Sebab kutak mampu lagi berkata Ketika kupandang bening kejora itu Kau membuatku lupa... Hanya satu doaku kini Jadilah kau setegar sang pemimpin bangsa Persia Jadilah kau sang pemberani Menghantam karang yang…

3 menit baca
Post Sep 17, 2008

Kereta Prameks Terakhir

Peron Stasiun Tugu Yogyakarta malam itu berbau besi tua dan pesing karat, tipe tempat yang mencatat ribuan pamit tanpa pernah memedulikan nasib mereka yang ditinggalkan. Gerimis tipis menyiram bantalan rel kayu jati, memantulkan sisa…

3 menit baca
Post May 26, 2008

Pendar Redup Kamar Tiga Belas

Kamar sewaan nomor tiga belas itu telanjur berbau apek pelitur murah, bersikeras menahan sisa-sisa napas penghuni lama yang hengkang tanpa sempat berpamitan. Tiga bulan ruangan ini telantar, menjadi sarang debu sebelum akhirnya Kirana datang…