Sudikah?
Engkaulah dia Yang semburat merah menggurat pipinya Di balik tirai jendela seberang sana Sudikah engkau, Temaniku melukis bianglala di langit nan muram itu? Merangkum remah-remah kisah yang tercecer di masa lalu Merangkai aksara yang…
Fragments of Memory
Engkaulah dia Yang semburat merah menggurat pipinya Di balik tirai jendela seberang sana Sudikah engkau, Temaniku melukis bianglala di langit nan muram itu? Merangkum remah-remah kisah yang tercecer di masa lalu Merangkai aksara yang…
seperti anak panah waktu melesat tak henti sejarah beku berlumut tertinggal jauh di belakang rasanya baru kemarin ketika mata saling menatap di balik barisan buku-buku… pertemuan kita yang pertama! rasanya seperti mimpi ketika kubelai…
"hidup itu sebuah teka-teki" renung saya di muram senja itu menghirup habis secangkir kopi buatan kamu hingga ampas dia membuat saya tersedak saya hanya ingin menjalani dia tanpa janji, tidak lebih! saya akan menjalani…
kau tanyakan cinta pagi itu ketika riuh anak sekolah bersiap-siap menyambut hari pertama di kelas baru ketika deru angkutan kota berlomba di lintasan yang kian sempit cinta: "apa yang dapat kau jawab?" pernah, waktu…
hari itu, ketika dia melintasi gang depan rumahmu sambil menyengir kuda memamerkan baris-baris gigi kemuningnya kau hanya diam seperti takjub hari itu, ketika dia berteriak-teriak mengejar layangan putus di atas kepalamu yang sudah tergolek…
Pejamkan sejenak kedua mata Panjatkan segenap doa Tulus... Untuk seorang di sana Atas hari indahnya di tahun ini Tiup lilin agar segala ingin terwujud Berharap tak ada lagi duka untuknya Tak pernah ada mendung…
tau kah.... tau kah hari ku yang telah terangkai... tau kah.... tau kah hati ku yang lampau dan telah meredup... tau kah... tau kah betapa rumit ku pecahkan sosokmu... tau kah... tau kah kan…