Gedung Putih bertindak bak pengawas sekolah yang panik. Mereka meminta OpenAI menahan diri. Model GPT 5.6 yang konon memiliki kemampuan melampaui nalar manusia itu dilarang meluncur bebas. Hanya segelintir mitra pilihan pemerintah yang boleh mencicipinya.
Ketakutan itu berpijak pada bayang-bayang masa lalu. Anthropic baru saja dipaksa menarik model Mythos dan Fable ke dalam kotak karena dianggap mengancam keamanan siber. Washington menggigil membayangkan kode-kode jahat yang mampu menembus pertahanan negara dengan sekali kedip.
Sam Altman, CEO Open AI mengirim memo kepada bawahannya. Dia mengakui pemerintah kini melakukan sensor satu demi satu. Pelanggan disaring, akses diatur ketat. Altman berbisik dalam memo itu bahwa mereka tidak sudi menjadikan cara kerja kaku ini sebagai standar jangka panjang.
OpenAI merilis pernyataan resmi pada hari Jumat. Mereka mengonfirmasi pembatasan tersebut. Nada bicaranya santun, namun tersirat kemarahan yang ditahan.
Proses akses pemerintah ini tidak boleh menjadi kebiasaan. Alat-alat canggih justru tersembunyi dari para pengembang, perusahaan, dan pembela siber global yang benar-benar membutuhkan kecepatan inovasi. Mereka menanti pekan-pekan mendatang agar model itu bisa menyentuh publik.
Kekacauan ini terjadi karena tidak adanya aturan yang jelas.
Donald Trump memang sudah meneken perintah eksekutif agar perusahaan menyerahkan model mereka untuk ditinjau tiga puluh hari sebelum rilis. Masalahnya, kerangka kerja itu kosong melompong. Belum ada badan resmi yang bertugas.
Gedung Putih memberi perintah, Departemen Perdagangan sibuk mengeluarkan larangan ekspor. Perusahaan-perusahaan teknologi kini meraba-raba dalam gelap, bingung harus menyetor muka pada lembaga yang mana.
Situasi ini tampak ganjil. Kita sedang menyaksikan pendekatan yang serampangan. Aturan dibuat berdasarkan selera penguasa hari ini. Tidak ada transparansi, tidak ada keadilan dasar. Para pengamat menuding praktik ini bisa membunuh industri sebelum sempat tumbuh besar.
Produk berbahaya memang harus ditarik dari peredaran. Namun, cara yang tidak transparan hanya menciptakan ketakutan baru. Pemerintah Amerika seolah-olah sedang menjinakkan naga tanpa tahu di mana letak urat nadinya. Mereka bertindak seolah-olah sedang mengendalikan masa depan, padahal mereka hanya sedang menggagalkan diri sendiri dalam labirin yang mereka susun tanpa desain yang masuk akal.