Empati Pria dalam Menghadapi Masa Transisi Menopause

Terkadang, perhatian memang sesederhana menyodorkan secangkir teh atau memijat punggung yang tegang. Sesekali, ia menuntut lebih. Mengambil alih tumpukan cucian, mengurus jadwal sekolah anak, atau sekadar membaca satu atau dua artikel tentang menopause.

Sandy melakukannya untuk Vanessa, istrinya yang berusia empat puluh dua tahun. Tubuh perempuan itu sedang berubah. Sandy sadar sepenuhnya. Ia mengamati setiap ayunan suasana hati. Baginya, memahami bukan berarti sekadar mengangguk. Itu berarti mengenali bahwa kabut di kepala Vanessa bukan kesengajaan.

Vanessa berjuang menghadapi kilatan panas yang menyiksa. Periode menstruasinya berantakan. Kelelahan menggerogoti setiap sendi.

“Dia selalu menjadi pendengar yang baik,” ujar Vanessa. Pria itu mengambil alih tugas rumah tangga saat otak Vanessa mendadak macet. Saat ia tidak tidur semalaman karena keringat membasahi seprai, Sandy sudah menyiapkan segala urusan pagi hari untuk anak-anak mereka.

Sandy melakukan hal yang benar. Ia matang. Ia mencintai. Namun, melihat ke sekeliling, ia merasa sendirian. Teman-teman sesama pria tidak melakukan hal serupa. Mereka seolah buta.

Mengapa banyak pria memilih abai? Kurangnya pendidikan menjadi tembok tebal. Masalah ini melampaui batas menopause.

Sharon Parish, profesor kedokteran di Weill Cornell Medicine, menyebut topik ini sebagai barang tabu. Sesuatu yang dianggap memalukan. Kita perlu merobek label rasa malu yang melekat padanya.

Dokter harus turun tangan. Mereka perlu memanggil para suami ke ruang periksa. Ketika seorang pria menderita disfungsi ereksi, dokter akan menyeret pasangannya untuk terlibat dalam solusi. Mengapa perlakuan yang sama tidak terjadi pada perempuan yang sedang bertransisi?

Mary Jane Minkin, ginekolog dari Yale School of Medicine, memberikan instruksi praktis. Pastikan pasanganmu mendapatkan dokter yang benar-benar mendengar. Ada banyak bantuan medis yang tersedia. Jangan biarkan mereka berjuang dengan tebakan sendiri.

Perhatikan detail kecil. Letakkan baju ganti yang kering di sisi ranjang. Jika dia terbangun karena keringat malam yang membanjiri piyama, dia tidak perlu beranjak jauh untuk merasa nyaman. Saat dia mulai terlihat temperamental, jangan sodorkan segelas anggur. Alkohol mungkin terasa menenangkan, tetapi zat itu justru memicu kilatan panas yang lebih hebat di tengah malam.

Bagi ranjang. Gunakan selimut elektrik dengan kontrol ganda. Biarkan dia membekukan sisi ranjangnya jika itu membantunya untuk bernapas.

Tanggung jawab tidak terletak di bahu pasangan pria saja. Teman, keluarga, hingga rekan kerja memegang peranan. Atasan di kantor seharusnya lebih peka. Biarkan dia mengatur suhu ruangan. Berikan jendela yang bisa dibuka sesuka hati. Tawarkan jam kerja yang fleksibel agar dia tidak merasa terkunci dalam tubuh yang sedang memberontak.

Berbicaralah dengan generasi yang lebih muda. Sertakan anak-anak laki-laki dalam percakapan. Mereka adalah anakmu. Mereka berhak tahu apa yang dialami ibunya. Pengetahuan ini membentuk mereka menjadi pasangan yang lebih baik di masa depan.

Jangan biarkan rahasia menopause menjadi beban yang dipikul sendiri. Ibu dan nenek pun melewati jalan yang sama. Jika mereka bisa bertahan, kita pun bisa mengubah cara kita menempuh masa transisi ini. Tidak ada gunanya menyimpan penderitaan di balik pintu tertutup.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(