Park Joo Hyeong terbang ke Italia saat masih berumur delapan tahun. Dia tumbuh besar di sana. Dunia mengenalnya sebagai Vincenzo Cassano. Dia bekerja untuk keluarga mafia. Posisinya consigliere. Perselisihan antar faksi memaksanya pulang ke Korea Selatan. Dia bersinggungan dengan Hong Cha Young. Pengacara itu menghalalkan segala cara demi kemenangan. Tanah air menyambutnya. Dia membalas ketamakan konglomerat dengan takarannya sendiri. Dia menegakkan keadilan dengan cara mafia.
Kelemahan paling telak terletak pada naskah yang kehilangan arah. Konsep awal cukup menjanjikan. Seorang consigliere kejam datang dari Italia untuk mengambil emas tersembunyi. Episode pertama menggigit. Dia mencengkeram perhatian saya dengan cepat. Sayang, cerita merosot menjadi hiburan murahan setelahnya.
Titik alur mudah ditebak. Motivasi karakter lenyap entah ke mana. Keputusan yang diambil tokoh-tokohnya kerap melawan logika mereka sendiri. Mereka membuang prinsip yang mereka genggam erat di awal cerita.
Hong Cha Young tampil sebagai pengacara serakah dengan moralitas longgar. Dia menetapkan batas tegas terhadap kekerasan. Begitu bertemu Vincenzo, batas itu runtuh. Kekerasan mendadak menjadi benar di matanya. Vincenzo pun sama. Dia digambarkan sebagai sosok metodis yang berpikir panjang sebelum bertindak. Saat naskah membutuhkan perlindungan bagi protagonis, dia mendadak menjadi orang dungu yang menerjang tanpa pikir panjang.
Masalah serial ini tidak berhenti di sana.
Aspek komedi terasa kontroversial. Dia absurd. Dia tidak mengalir wajar. Tokoh-tokohnya berakting seolah sadar mereka berada dalam sebuah drama. Mereka melempar lelucon yang terasa memaksa. Beberapa candaan memang berhasil mengundang tawa. Namun, dalam dua puluh episode, momen itu jarang sekali muncul.
Kerangka plot yang kelam dan intens kerap terpotong oleh komedi yang jatuh datar. Perpindahan ini terasa kasar. Dia menarik penonton keluar dari suasana cerita secara paksa.
Pemilihan pemeran cukup brilian. Song Joong Gi bermain sangat baik. Posturnya yang ramping sempat membuat saya ragu akan kekejamannya. Dia meyakinkan saya sepenuhnya. Penampilannya bernilai A plus. Jeon Yeo Bin menawan. Dia memberikan keadilan bagi perannya meski naskah membatasi ruang geraknya. Ada tokoh-tokoh sampingan dengan potensi besar yang terbuang sia-sia oleh penulisan yang malas.
Nilai sembilan dari sepuluh untuk drama ini terasa berlebihan. Kualitasnya jauh di bawah serial seperti Flower of Evil atau Stranger. Potensi yang terbuang. Penulis mencampur komedi slapstick dengan drama kriminal intens yang kelam. Campuran ini gagal total. Genre-genre tersebut tidak pernah bertemu. Saya menontonnya mingguan, jadi penderitaan ini masih bisa ditanggung. Saya tidak punya niat sedikit pun untuk menontonnya kembali.