Realita Pandemi di Balik Individu yang Terlihat Sehat

Dunia hari ini sedang berhadapan dengan lawan yang licin. Virus korona tidak hanya bergerak melalui batuk atau demam yang tampak jelas di mata kita. Data dari berbagai pelosok dunia kini menunjuk pada kenyataan yang jauh lebih gawat. Banyak orang membawa virus ini tanpa menunjukkan tanda sakit sedikit pun. Mereka berjalan di antara kita dan menjadi penyebar utama tanpa mereka sadari.

Pemerintah Amerika Serikat pada mulanya bersikeras dengan logika lama. Sekretaris Kesehatan Alex Azar beberapa waktu lalu menegaskan bahwa penularan tanpa gejala bukan penggerak utama wabah ini. Mereka meminta masyarakat hanya menaruh perhatian pada individu yang tampak sakit. Situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC mendukung pandangan ini dengan menyebut bahwa penularan sebelum gejala muncul bukan cara utama virus menyebar.

Namun situasi di lapangan membantah keyakinan tersebut. Sebuah klaster di Massachusetts menjadi bukti nyata. Sebanyak 82 orang terinfeksi setelah menghadiri pertemuan perusahaan Biogen. Mereka yang membawa virus itu ke dalam pertemuan tidak menunjukkan gejala apa pun saat acara berlangsung. Kejadian ini mengguncang argumen para pejabat yang terlalu percaya diri dengan strategi isolasi bagi mereka yang sakit saja.

Deborah Birx, koordinator respons korona di Gedung Putih, belakangan mengubah nada bicaranya. Ia meminta setiap orang mengambil tanggung jawab pribadi karena risiko penyebaran oleh orang tanpa gejala sangat tinggi. Michael Osterholm dari University of Minnesota menegaskan bahwa infeksi tanpa gejala ini pasti menjadi bahan bakar bagi pandemi. Ia menyebut pengendalian virus akan menjadi sangat sulit dengan pola penularan seperti ini.

Bill Gates, dalam tulisannya di New England Journal of Medicine, juga menyampaikan peringatan serupa. Ia menyatakan bahwa COVID-19 jauh lebih sulit dikendalikan dibandingkan SARS atau MERS. Virus ini menyebar dengan efisiensi tinggi melalui mereka yang hanya merasa sedikit sakit atau bahkan belum merasakan gejala sama sekali. William Schaffner dari Vanderbilt University menambahkan bahwa kelompok tanpa gejala inilah yang menggerakkan penularan di tengah masyarakat.

Temuan dari luar Amerika Serikat memperkuat fakta ini. Sandra Ciesek, virolog di Frankfurt, menguji 24 penumpang yang baru tiba dari Israel. Hasilnya mengejutkan. Tujuh orang positif korona dan empat di antaranya tidak memiliki gejala sama sekali. Yang lebih mencemaskan, beban virus dalam spesimen mereka justru lebih tinggi daripada pasien yang sakit. Beban virus yang tinggi berarti risiko penularan ke orang lain jauh lebih besar. Ciesek bahkan berhasil menginfeksi kultur sel di laboratorium menggunakan sampel dari pasien tanpa gejala tersebut.

Model matematika dari wabah di Tianjin dan Singapura memberikan gambaran lebih jelas. Peneliti Belanda dan Belgia mencatat angka yang cukup tinggi. Antara 48 hingga 66 persen penularan di Singapura berasal dari orang yang belum menunjukkan gejala. Di Tianjin, angkanya mencapai 62 hingga 77 persen. Caroline Colijn, peneliti matematika dari Simon Fraser University, menyatakan bahwa penularan sebelum gejala adalah hal yang lumrah terjadi.

Kini Anda harus sadar bahwa pernyataan awal para pejabat tentang cara virus ini menyebar tidak lagi relevan. Kesalahan dalam membaca pola transmisi ini berakibat fatal bagi banyak orang. Osterholm menuntut kejujuran dari para pengambil kebijakan. Masyarakat berhak mengetahui apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Mereka harus berhenti berpegang pada asumsi yang sudah usang dan mulai bicara jujur tentang risiko yang ada di depan mata.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(