Belajar dari Pohon Bambu

2 menit baca

Seorang lelaki jemu dengan hidupnya. Keringat yang menetes, tenaga yang habis, nyawa yang dipertaruhkan, semuanya berakhir dengan kegagalan. Kecewa melanda batinnya. Dia membuang segala miliknya. Dia mengasingkan diri ke tengah rimba belantara. Langkah kakinya membawa dia bertemu seorang pertapa tua. Lelaki itu menumpahkan seluruh kepahitan hatinya.

“Berikan satu alasan masuk akal agar aku tidak menyerah,” dia memohon.

Pertapa menunjuk ke arah dua tanaman di hadapan mereka. Paku dan bambu. Dia bertanya apakah lelaki itu mengenali keduanya. Lelaki itu mengangguk.

Pertapa bertutur. Dia merawat bibit paku dan bambu dengan kasih sayang yang setara. Air, sinar matahari, pupuk, semuanya tersedia. Dalam sekejap, paku menyembul dari bumi. Dia tumbuh rimbun. Cepat. Menguasai pandangan.

Bambu sebaliknya. Bertahun-tahun bibit itu disiram, dipupuk, dirawat dengan ketelatenan tinggi. Namun, tidak ada satu inci pun yang menembus permukaan tanah. Tahun pertama berlalu tanpa jejak. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tahun kedua, tahun ketiga, tahun keempat, tanah itu tetap bisu. Pertapa tidak berhenti. Dia terus menyiram. Dia terus memelihara.

Tahun kelima, tunas kecil muncul. Enam bulan kemudian, pohon itu menjulang setinggi seratus kaki.

Pertapa bertanya, apakah bambu itu tertidur selama empat tahun hanya untuk tumbuh dengan kecepatan gila pada tahun kelima. Lelaki itu terdiam. Lidahnya kelu. Pertapa menjawab sendiri pertanyaannya.

Pohon kecil itu berjuang di bawah tanah. Dia membangun sistem akar yang kuat. Akar itu pondasi bagi pertumbuhan masa depan. Jika akar itu tidak kokoh, pohon itu tidak akan mampu menopang berat badannya saat dia mulai meninggi.

Pertapa menatap tajam. Selama masa-masa penuh derita, saat kau berjuang dalam kegagalan, sebenarnya kau sedang menumbuhkan akar yang kuat.

Lelaki itu pulang hari itu. Dia membawa beban pencerahan. Paku dan bambu tetap berdiri di sana, saksi bisu bagi siapa pun yang punya nyali untuk menanti. Dia kembali ke tengah riuh kehidupan, menata kembali kepingan mimpi yang dulu dia buang ke dalam hutan.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(