Air adalah senyawa anorganik tanpa warna dan bau. Rumus kimianya sederhana. Dua atom hidrogen bertemu satu atom oksigen. Kita semua menghafal H2O di bangku sekolah dasar. Secara logika, setiap tetes air minum seharusnya terasa identik.
Kenyataannya, lidah kita membantah teori itu.
Aqua terasa berbeda dengan Le Minerale. Perbedaan itu tipis sekali. Hampir tidak tertangkap oleh indra, namun tetap membekas. Ada sesuatu yang membedakan satu merek dengan merek lainnya di dalam mulut.
Perhatikan label di badan botol. Anda akan melihat deretan angka yang disebut total padatan terlarut. Istilah kerennya Total Dissolved Solids atau disingkat TDS. Mereka mencatat kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan natrium yang terbawa dari sumber alaminya.
Setiap merek mengambil air dari lokasi berbeda. Ada yang dari mata air pegunungan, sumur bor, atau akuifer bawah tanah. Mereka juga menerapkan metode penyaringan yang tidak seragam. Sebagian produsen membuang banyak mineral demi kemurnian maksimal. Sebagian lain membiarkan mineral itu tetap bertahan di sana demi memberikan karakter pada air mereka.
Jumlahnya mungkin cuma hitungan bagian per sejuta. Merek populer di Amerika seperti Aquafina, misalnya, hanya mengandung empat bagian per sejuta padatan terlarut. Meski sedikit, konsentrasi mineral yang tepat sanggup memberikan sensasi berbeda di lidah.
Air tertentu meninggalkan jejak rasa asam atau logam. Air lain terasa lebih lembut, halus, dan membulat di tenggorokan. Penikmat air profesional, mereka yang menyebut diri sebagai water sommelier, mampu membedah profil rasa air sedetail penikmat anggur kelas atas.
Mineral-mineral ini muncul lewat proses alami yang panjang.
Air hujan meresap ke dalam lapisan tanah, melewati batuan berpori, pasir, dan sedimen selama bertahun-tahun. Dalam perjalanan panjang itu, air melarutkan jejak mineral yang ia temui. Aliran yang menembus batu kapur akan kaya akan kalsium. Air yang diambil dari tanah granit biasanya mengandung kalium dalam dosis lebih tinggi.
Pabrikan mengumpulkan air itu kemudian memutuskan nasib mineralnya. Mereka bisa menghilangkannya jika konsentrasinya merusak rasa. Mereka bisa membiarkannya tetap menetap jika mineral tersebut dianggap sebagai nilai jual. Angka-angka di samping botol itu sebenarnya adalah sidik jari dari bumi tempat air itu pertama kali ditemukan. Kita tidak meminum air yang sama setiap kali membuka botol baru. Kita meminum jejak batuan yang telah menempuh perjalanan ribuan tahun sebelum sampai di tangan kita.