Kisah Para Pemuja Selaput Dara

3 menit baca

Keperawanan adalah berhala yang dibangun di atas nalar yang sakit. Sejak zaman Yunani hingga era pop yang gila sorot kamera, umat manusia terobsesi menjadikan tubuh perempuan sebagai barang pajangan yang harus disegel rapat-rapat. Kita dipaksa percaya bahwa ada nilai luhur dalam sebuah selaput tipis. Padahal, ini hanyalah akal-akalan sejarah untuk memastikan laki-laki tidak pernah ragu tentang siapa pemilik sah dari rahim yang mereka kawini.

Di Yunani kuno, selaput dara punya wajah berbeda. Athena dan Artemis adalah dewi yang merdeka karena mereka menolak tunduk pada lelaki. Mereka adalah simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan perburuan. Keperawanan di sana adalah tanda keberdaulatan diri, bukan tanda kepatuhan di bawah ranjang seorang suami. Namun, lihatlah bagaimana sejarah memutar balik semua itu.

Kekacauan dimulai dari meja penerjemah teks suci. Kata almah dalam teks Ibrani kuno secara jujur berarti perempuan muda. Tidak ada sangkut pautnya dengan riwayat penetrasi. Tapi, gereja memerlukan mitos yang lebih besar dari sekadar biologi. Mereka butuh sosok Maria yang steril, yang lahir dari keajaiban, bukan dari proses kemanusiaan yang wajar. Kebohongan kecil dalam terjemahan ini tumbuh menjadi dogma yang mencekik selama berabad-abad.

Para pelukis Renaisans kemudian turun tangan. Mereka melukis Maria dengan wajah sendu yang patuh. Gambar-gambar ini menggantung di katedral, mengawasi setiap perempuan agar mereka menundukkan kepala. Pesannya tunggal dan brutal. Perempuan diciptakan untuk melahirkan, menjaga rumah, dan menuruti kehendak suami tanpa membantah.

Di balik alasan agama, tersimpan motif yang jauh lebih duniawi. Warisan. Kekayaan. Harta benda harus jatuh ke tangan keturunan sedarah yang sah. Untuk menjamin itu, istri harus dijaga seperti brankas besi. Mereka tidak boleh disentuh, tidak boleh melirik, dan harus tetap suci agar tidak ada keraguan tentang siapa ayah dari anak yang lahir.

Zaman berganti, tapi obsesi itu menolak mati.

Kelompok konservatif masih menggelar pesta kesucian dengan gaun putih yang menyesakkan napas. Mereka meminta remaja berjanji untuk tidak mengenal seks. Hasil dari sandiwara ini memprihatinkan. Remaja tetap hamil, namun tanpa pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri sendiri. Mereka membiarkan anak muda berjalan dalam gelap, lalu menghukum mereka saat mereka tersandung.

Lebih jauh lagi, ada praktik pembunuhan atas nama kehormatan. Ribuan nyawa perempuan hilang setiap tahun karena dianggap mencoreng muka keluarga. Mereka dibunuh oleh orang tua sendiri yang lebih memuja kesucian daripada nyawa darah dagingnya. Ini adalah bentuk kegilaan yang paling murni.

Di Barat, keperawanan bermutasi menjadi komoditas pop. Lihat saja bagaimana Britney Spears atau Madonna dipoles sedemikian rupa. Perempuan dipaksa untuk berada di persimpangan yang mustahil antara menjadi suci atau menjadi penggoda. Jika mereka memilih untuk menikmati seks, mereka adalah pelacur. Jika mereka memilih untuk menutup diri, mereka dianggap membosankan. Apapun pilihannya, masyarakat selalu punya alasan untuk menghujat.

Namun, angin perubahan mulai berhembus.

Demonstran dalam SlutWalk turun ke jalan di berbagai penjuru dunia. Mereka menolak dipermalukan. Mereka berteriak bahwa kesucian, kerendahan hati, dan ketundukan bukanlah tolok ukur martabat manusia. Mereka merobek topeng budaya yang selama ini mencekik leher perempuan.

Zaman ini menuntut perempuan menjadi pemimpin, ilmuwan, dan penggerak perubahan. Mengapa kita masih harus berkutat dengan mitos selaput dara? Seks bukanlah hukum yang harus mengatur hidup perempuan. Ada dunia yang jauh lebih besar dan lebih penting untuk ditaklukkan daripada sekadar menjaga mitos tentang keperawanan yang sudah sepatutnya kita kubur dalam-dalam.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(