Hyun Seung menderita insomnia. Cemburu buta membakar batinnya setelah tahu sang mantan kekasih kini menggandeng pria baru yang lebih mapan. Malam-malamnya diisi kegelisahan. Sampai satu sambungan telepon dari orang asing mengubah segalanya. Yun Jung berada di sisi lain. Ia memiliki segalanya. Wajah rupawan, kekasih sukses, namun jiwanya kering kerontang. Ia ingin membumbui hubungannya. Ia berniat memberikan kejutan nakal lewat panggilan telepon untuk sang kekasih. Malang tak dapat ditolak, suara di ujung sana milik orang lain. Mereka terjebak dalam arus yang enggan mereka tinggalkan.
Film ini mengejutkan saya. Ekspektasi saya berada di titik nadir. Saya penasaran melihat bagaimana sineas Korea menangani genre dewasa. Mereka melakukannya dengan piawai. Adegan intim hadir di babak awal. Fokus cerita tidak melulu soal nafsu. Ada narasi utuh yang bergulir di balik itu.
Ji Sung tampil memikat. Ekspresi wajahnya saat memainkan karakter tersebut membuat saya luluh. Kimia di antara kedua pemeran utama berpendar hangat. Musik pengiringnya menggugah rasa. Lagu penutupnya bahkan memberi kejutan yang menyenangkan.
Kita sudah bisa menebak arah film ini sejak awal. Namun, cara mereka menutup kisah tetap meninggalkan kesan. Tonton saja sendiri. Anda akan paham maksud saya. Saya pasti menontonnya lagi. Tontonan ini segar, jenaka, sekaligus membumi.