Jang Dong Soo memimpin gerombolan di Cheonan. Ia berkuasa. Namun, Kang Kyung Ho, seorang pembunuh berantai, memilihnya menjadi sasaran. Dong Soo selamat dari serangan maut itu. Ia satu-satunya orang yang lolos dari kejaran sang pembunuh. Detektif Jung Tae Seok benci dunia kriminal. Ia harus menelan harga diri. Tae Seok terpaksa bekerja sama dengan Dong Soo. Mereka berburu satu target yang sama.
Ma Dong Seok tampil sebagai gumpalan daging berotot dengan perangai kasar. Saya ingat bayangan sosoknya dalam Bad Guys. Dalam film ini, ia mengulang arketipe yang sama. Seorang bos gangster yang keras kepala. Kadang kejam, karena menjadi penjahat menuntut dosis kejahatan tertentu. Ia menunjukkan perhatian pada anak buahnya. Naluri bertahan hidupnya tajam. Ia tahu kapan harus menanggapi serangan dengan serius. Dong Seok memainkan peran itu tanpa celah. Ia menakar ferositas terhadap musuh dan kebaikan kepada sekutu dengan presisi. Aksi karakternya memanjakan mata.
Film ini menyuguhkan aksi kriminal yang padat. Tidak ada hitam putih di sini. Semua tokoh mengenakan pakaian abu-abu. Sutradara mengaburkan batas antara kelompok gangster dan korps kepolisian. Pola kerja mereka seringkali bertukar rupa. Garis pembatas antara penegak hukum dan pelanggar undang-undang menjadi samar. Situasi ini menghibur saya.
Ceritanya bergerak cepat. Ketegangan terjaga sampai akhir. Potongan investigasi tersaji dengan dinamis. Kolaborasi antara dunia bawah dan aparat berbuah hasil. Resolusi plot terasa memuaskan. Tidak ada waktu terbuang untuk adegan yang bertele-tele. Segala sesuatu tertata menuju akhir yang tuntas.