Penipuan Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

Bernard Madoff, lelaki yang kini berusia 70 tahun itu, adalah potret sempurna tentang bagaimana sebuah kebohongan bisa dirawat sedemikian rupa hingga menyerupai kebenaran. Maret 2009, ia berdiri di ambang pintu hukuman penjara 150 tahun—sebuah vonis yang seolah ingin menegaskan bahwa kejahatannya bukanlah soal angka semata, melainkan soal runtuhnya kepercayaan yang ia bangun selama dua dekade. Kita sedang membicarakan sebuah skema penipuan terbesar dalam sejarah modern, sebuah lubang hitam yang menelan dana investasi hingga 150 miliar dolar Amerika Serikat.

Jaksa penuntut, Lev L Dassin, menyodorkan sebelas tuduhan kepada mantan Ketua Nasdaq, bursa saham yang mestinya menjadi mercusuar transparansi teknologi itu. Madoff, dengan bantuan anak buahnya, telah menjalankan apa yang kita kenal sebagai skema Ponzi. Ia merayu banyak pihak—dari yayasan sosial hingga dana pensiun, dari pesohor layar lebar hingga lembaga pendidikan—untuk menanamkan modal di perusahaannya, Bernard L Madoff Investment Securities LLC.

Caranya klasik namun mematikan: nasabah dibuai dengan angka-angka keuntungan yang tampak menggiurkan di atas kertas. Laporan rutin dikirimkan, membuat mereka merasa aman, bahkan terdorong untuk tidak menarik dana karena tawaran investasi jangka panjang yang terus dipupuk. Semuanya adalah fatamorgana. Perusahaan membuat laporan palsu yang seolah-olah mengonfirmasi bahwa uang itu mengalir ke Wall Street. Bahkan, Badan Pengawas Pasar Modal AS, SEC, disebut-sebut sebagai korban pemalsuan kop surat oleh Madoff.

Pada mulanya, Madoff mengaku kepada keluarganya bahwa ia telah menipu sebanyak 50 miliar dolar. Namun, jaksa kemudian merevisi angka itu menjadi 64,8 miliar dolar. Jika kita menghitung kerugian riil, termasuk potensi keuntungan yang dijanjikan, angkanya melonjak hingga lebih dari 170 miliar dolar. Huffington Post pernah mencoba menerjemahkan angka mengerikan ini dengan perumpamaan yang menusuk: kerugian itu setara dengan pengeluaran 58 miliar rupiah setiap hari selama seratus tahun.

Dalam persidangan di Manhattan, Selasa itu, Madoff hadir dengan rompi antipeluru yang membungkus tubuhnya. Otoritas di sana begitu cemas akan kemarahan para investor yang mungkin saja kehilangan kewarasan karena hartanya raib. Hakim Denny Chin bertanya dengan dingin apakah Madoff akan mengaku bersalah atas kesebelas tuduhan itu. Pengacara Madoff, Ira Sorkin, menjawab dengan pasrah bahwa itulah harapan yang wajar. Asisten jaksa Marc Litt menegaskan, meski mengaku bersalah, Madoff tetap tidak akan mendapatkan keringanan hukuman. Ia akan tetap menghadapi hukuman maksimal 150 tahun penjara.

Melihat Madoff, kita seolah sedang menatap cermin yang retak. Selama 20 tahun, ia mampu menipu dunia tanpa ketahuan. Apakah ini sebuah kejeniusan, ataukah memang sistem kita yang begitu rapuh dan mudah silau oleh janji-janji manis?

Sering kali, kita merasa risih ketika melihat perilaku pejabat atau pelaku korupsi di negeri kita sendiri. Namun, mungkin mereka hanya murid-murid yang tekun mempelajari metode dari orang seperti Madoff. Bahwa di dunia ini, kejahatan kerah putih tidak hanya membutuhkan keberanian untuk mencuri, tetapi juga keberanian untuk membangun teater kebohongan yang begitu megah, hingga orang-orang yang tertipu pun enggan untuk bangun dan melihat kenyataan bahwa segalanya hanyalah kepalsuan.

Bagikan

4 comments

  1. hahahah….
    boleh juga tuh Maddof… pake "ilmu" apa ya smpe bisa nipu skian lama…
    klw para koruptor kita kan nda perlu pake "ilmu" ini itu… toh dgn cara nyuap para Pemberantas Korupsinya juga masih (sangat) bisa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(