Kaisar Nero konon memetik kecapi saat Roma dilalap api. Cerita itu sekadar dongeng yang lahir dari rahim teori konspirasi kuno. Nero ingin meratakan sebagian kota demi membangun istana megah, namun Senat menolak usulannya. Begitu api berkobar, publik segera menuding sang Kaisar sebagai pelakunya. Nero tidak tinggal diam. Ia balik menuding kelompok Kristen sebagai dalang pembakaran. Ratusan pengikut Yesus berakhir di tiang eksekusi.
Konspirasi selalu menjadi alat paling ampuh untuk membenarkan kebencian. Beberapa versi bahkan menjadi sangat populer mendekati kenyataan tak terbantahkan. Ini misalnya:
Sejarah mencatat betapa Hitler memainkan ketakutan akan dominasi Yahudi demi memuluskan jalan menuju kekuasaan. Ketakutan akan adanya kelompok tersembunyi yang menarik tali kekuasaan dari balik layar memang tampak masuk akal. Beberapa teori terbukti nyata. Dinas rahasia CIA mengakui eksperimen pengendalian pikiran dan upaya pembunuhan berulang terhadap Fidel Castro. Namun, menelan mentah-mentah setiap berita tanpa saringan justru mematikan.
Keyakinan tentang vaksin COVID sebagai pembawa cip pelacak atau zat beracun menelan ratusan ribu nyawa sia-sia. Kita gemar mencari kambing hitam saat dunia terasa lepas kendali. Pendaratan bulan yang dituduh rekayasa studio hingga bumi yang konon tertelan lubang hitam, semua target menyasar pada sosok yang sama. Ilmuwan, orang Yahudi, Bill Gates, hingga pemerintah Amerika Serikat selalu menjadi sasaran empuk.
Kematian John F. Kennedy memicu ribuan spekulasi. Banyak orang meyakini CIA memesan pembunuhan itu karena pandangan sang presiden terhadap komunisme. Robert Kennedy Jr. bahkan berteriak lantang tentang bukti keterlibatan dinas rahasia tersebut. Sementara itu, peristiwa Roswell tahun 1947 masih menghantui mereka yang percaya pada penutupan jejak alien. Anggota kongres bahkan menuding pemerintah menyimpan rapat-rapat bangkai pesawat luar angkasa yang jatuh di padang pasir.
Nasib Ratu Elizabeth I pun tidak luput dari tangan para penganut teori aneh. Sejarawan amatir meyakini sang Ratu sebenarnya meninggal akibat wabah saat masih kecil dan digantikan oleh seorang anak laki-laki. Mereka menunjuk kecerdasan dan penolakan sang Ratu untuk menikah sebagai bukti identitas palsu. Di masa kini, Donald Trump berkoar tentang organisasi gelap yang bekerja di dalam pemerintahan untuk menjatuhkannya.
Tragedi penembakan sekolah Sandy Hook pun dicap sebagai sandiwara. Alex Jones mempopulerkan narasi bahwa orang-orang yang tewas adalah aktor bayaran yang digunakan untuk mendorong aturan pengendalian senjata. Keluarga korban yang berduka bahkan harus menelan pil pahit berupa pelecehan dan ancaman pembunuhan. Pendaratan bulan oleh Amerika Serikat pun dianggap sebagai kemenangan palsu atas Rusia yang direkayasa oleh Stanley Kubrick.
Langit California yang membara dituduh disebabkan oleh laser ruang angkasa milik keluarga perbankan Rothschild demi melancarkan proyek kereta cepat. Putri Diana pun tidak lepas dari tuduhan bahwa keluarga kerajaan mendalangi kecelakaan mobilnya. Virus HIV disebar oleh badan intelijen untuk memusnahkan populasi kulit hitam dan kaum gay. Pandemi COVID yang merenggut jutaan nyawa masih dianggap bualan oleh mereka yang merasa paling tahu.
Bill Gates, dengan kekayaan yang ia kucurkan untuk imunisasi, dituduh menanam cip pelacak di dalam vaksin. Film horor fiksi ilmiah meyakinkan banyak orang bahwa NASA melakukan misi rahasia kedua ke bulan yang berakhir dengan kematian mengerikan di tangan alien. Menara kembar di New York runtuh bukan karena pesawat, melainkan bom yang ditanam jauh hari. Kematian Martin Luther King Jr. pun dituduh sebagai operasi kotor pemerintah meski sang pembunuh sudah mengakui perbuatannya.
Antartika dikabarkan menjadi tempat persembunyian sisa-sisa pasukan Nazi yang membangun pangkalan militer rahasia. Bandara Denver dengan arsitektur aneh dituduh sebagai markas besar Illuminati atau tempat perlindungan kiamat bagi para elit. Hitler dikabarkan selamat dan hidup tenang di Amerika Selatan. CERN dituduh membuat lubang hitam yang menghisap bumi. Penyangkalan Holocaust muncul sebagai bentuk kebencian paling purba yang mencoba memutarbalikkan fakta sejarah demi legitimasi politik.
Area 51 selalu menjadi pusat perhatian para pencari alien. Protokol tetua Zion kembali diungkit meski sudah lama terbongkar sebagai penipuan. Asap pesawat di langit dianggap sebagai senjata kimia untuk mengendalikan cuaca atau populasi. Badan pengawas obat dituduh menyembunyikan obat kanker demi keuntungan industri farmasi. Antena raksasa di Alaska dituduh sebagai alat pengendali pikiran. Tornado hebat di Missouri dituduh sebagai senjata militer yang diciptakan untuk menghancurkan sebuah kota.