Dunia terjebak dalam kengerian. Seseorang bertanya, bagaimana jika manusia mampu mengidentifikasi calon pembunuh berantai sebelum mereka beraksi? Pertanyaan ini memicu kekacauan. Seorang pembunuh keji berjuluk Headhunter meneror seisi negeri. Korbannya berserakan. Dua puluh satu tahun berselang, ketakutan kembali bersemi. Seorang peniru muncul dengan metode yang serupa. Jung Ba Reum, petugas polisi muda, terjun langsung ke dalam medan laga. Dia bertemu sang predator. Dia selamat dari pertemuan maut itu, tetapi hidupnya tidak lagi sama.
Menulis ulasan tentang drama ini tanpa membocorkan rahasia cerita adalah siksaan. Saya tetap melakukannya.
Mouse mengisahkan masyarakat yang dihantui jejak berdarah Headhunter. Detektif Go Mu Chi, bersama Ba Reum, mengejar pelaku baru ini. Mereka ingin memutus rantai teror yang tak kunjung usai.
Jangan tonton serial ini jika kalian membenci kejutan cerita atau menuntut kebenaran mutlak. Saya bekerja sebagai psikolog. Saya harus melepaskan diri dari tuntutan akal sehat. Gen psikopat yang mereka kembangkan di layar hanyalah fiksi ilmiah dengan lisensi puitis. Jangan bawa logika sains ke dalam ruang tonton jika ingin menikmati prosesnya. Buang jauh-jauh dahaga akan fakta empiris. Kalian akan menerima pengalaman misteri dan thriller yang memuaskan. Tahun 2021 memang masa keemasan untuk tontonan semacam ini.
Jung Ba Reum adalah sosok yang memicu benci atau cinta. Tidak ada jalan tengah. Dia polisi lugu yang memikat. Awalnya, dia terasa menjengkelkan. Namun, seiring berjalannya waktu, pesona Lee Seung Gi bekerja. Karakter ini mengalami perkembangan yang mencengangkan. Dia meledakkan isi kepala penonton. Dia memicu perdebatan tentang keadilan dan kebenaran. Lee Seung Gi memberikan segalanya di sini. Dari tawa, gairah, benci, hingga kesedihan. Dia pantas menuai pujian.
Go Mu Chi adalah detektif yang hancur. Dia memikul trauma sejak masa kecil ketika orang tuanya dibantai oleh Headhunter. Dia gila. Dia cerdik. Namun, perilaku cerobohnya kerap memicu frustrasi. Teman saya berkelakar bahwa musuh terbesar Mu Chi adalah botol minuman keras. Karakter ini membuat saya menangis. Dia menanggung beban berat cerita ini. Lee Hee Joon bermain dengan kelas yang berbeda.
Bong Yi adalah pejuang yang menjengkelkan. Dia korban trauma masa kecil. Dia kehilangan orang tua dan tumbuh di bawah asuhan neneknya. Awalnya dia tampak seperti remaja menyebalkan. Namun, di episode berikutnya, kalian akan melihat gadis ini berdiri tegak. Saya mendukungnya. Saya berharap dia memiliki hidup yang normal. Park Joo Hyun mengejutkan saya. Dia tampak dewasa dan memiliki masa depan cerah.
Choi Hong Joo adalah reporter misterius. Dia memiliki ketertarikan besar pada kasus Headhunter. Dia tampak tidak penting, tetapi percayalah, perannya krusial. Masa lalunya membuat siapa pun curiga. Kyung Soo Jin bermain dengan gemilang. Dia tidak tertebak hingga episode terakhir.
Han Seo Jun adalah Headhunter. Dia adalah kunci segala petaka. Inilah perwujudan kejahatan dan sinisme yang murni. Ahn Jae Wook berhasil membuat penonton membencinya. Dia membunuh karakter ini dengan kejam. Secara harfiah.
Produksi dan naskahnya memacu adrenalin. Aksi perkelahian terlihat nyata. Usaha keras tim terlihat di setiap sudut adegan.
Mouse bisa terasa berlebihan. Kejutan demi kejutan terjadi terlalu sering. Penonton seringkali merasa tersesat. Fokus saya baru kembali setelah episode ketujuh. Sebelumnya, cerita berusaha terlalu keras untuk menipu penonton. Ketegangan yang diciptakan terasa tidak perlu. Saya mengeluh karena harus mengeluh, padahal saya menikmati kekesalan itu sendiri. Sisi sains memang tidak bisa dianggap serius. Cerita ini lebih condong ke arah fantasi.
Saya merasa ragu di awal. Namun, saya mencintai setiap momen yang saya habiskan untuk berteori tentang drama ini. Saya memberikan nilai sempurna untuknya. Mouse adalah drama yang layak ditonton berulang kali. Hanya dengan begitu kalian bisa melihat apa yang luput di mata pada pertemuan pertama.