Engkaulah dia
Yang semburat merah menggurat pipinya
Di balik tirai jendela seberang sana
Sudikah engkau,
Temaniku melukis bianglala di langit nan muram itu?
Merangkum remah-remah kisah yang tercecer di masa lalu
Merangkai aksara yang tak pernah lagi terlantunkan
Sudikah engkau,
Duduk di sini, di sisiku, tepat di bahu kananku?
Memandang cahaya jinggaku yang semakin menghilang
Menggulirkan bebijian tasbih dengan mata terpejam
Engkaulah dia
Yang silhouette senyumnya samar mengembang
Menatapku meski jauh tak tergapai
Sudikah menuangkan secangkir kopi untukku?
ah. seandainya aku lebih sabar menanti dirimu. penyesalan yang terlambat
hmmmm….

sudikah? dengan senang hati, gan! hahahayyy
astaghfirullah!
nih pasti 
As Simple As : “Menuangkan Secangkir Kopi Untukmu”?
ya. as simple as that
btw, salam ya buat anak2. kalau ada gath lagi mudah2an saya bisa datang.
makanya jangan ketat2 seleksinya bang… ingat umur. (no offense lho.)
halah! ngaco.com


lagian siapa yang selektif sih? justru saya mungkin yang gak qualified, gak masuk kriteria kalian
eh, sudah ada gosip belum soal suksesor leo? *tetapmengalihkantopik*
Sudikah jika saya yang menemanimu?
Mengukir kembali kisah-kisah kita yang kian menghilang dan nyaris tak tergapai (lagi)…
mengharukan bang. keren bang.
serius amat, bos?

clan war yuk.. lama gak main PB nih. takut tersesat di luxville
ngga ada char, bos… pinjemin lah satu
hm. char gw juga tinggal satu-satunya, sob. yang letkol itu, CM pula

bikin lagi, kenapa? gpp kan pakai tuyul dulu
Aku ‘lah dia…
siapa ya? geje