Putri Diva
Dengarlah buah hatiku Lafadz yang kulantunkan di telingamu Biar mekar hatimu seperti melati Esok hari... Dengarlah buah hatiku Lepaskan tangismu Teriakkan hadirmu pada dunia Terbang! Dan hinggaplah di hati semua orang Dengan senyum dari…
Fragments of Memory
Dengarlah buah hatiku Lafadz yang kulantunkan di telingamu Biar mekar hatimu seperti melati Esok hari... Dengarlah buah hatiku Lepaskan tangismu Teriakkan hadirmu pada dunia Terbang! Dan hinggaplah di hati semua orang Dengan senyum dari…
Bocah di ujung lorong Depan tukang sate Madura Sepasang sinar kelaparan Meringis Terbungkuk bertekuk Itulah aku Menunggumu sejam yang lalu Sekali lagi kau tak datang Menepati janji Sekali lagi kau hindari aku Mungkin ngeri…
Kota tidak pernah peduli dengan kehadiran Rindra. Kota terus berdetak lewat irama lampu lalu lintas, deru angkot terakhir yang menderu pelan, dan tirai toko di Jalan Melati yang terbuka tutup seperti kelopak mata orang…
Orang-orang pergi-datang memburu matahari. Kota-kota dibiarkan terbakar sendiri, tak jelas apa dimaui. Para tetua hilang wibawa diam kecewa. Orang-orang melewatinya sambil terus berebut, saling mendahului ke arah berganti-berganti. Mereka berkata segala, mereka makan segala,…
Andai saja aku dapat mewarnai langit dengan lengkung lembayung… Andai saja aku mampu melukis malam dengan sinar gemintang Andai saja aku sanggup merangkai kembali puing-puing masa lalu Andai saja aku bisa menahan lajunya jentera…
Dunia kita hanya mimpi, bukan? Kita berjalan mengitari orbitnya, berputar, berkeliling, seolah-olah telah jauh jarak yang kita tempuh. Saat jalan mendaki, kupeluk rapuh tubuhmu. Saat menuruni tebing curam, kugenggam tangan mungilmu. Kita terus berjalan…
Kumenatap pada angin yang menderu gelisah… Berharap 'kan datang badai senja itu benamkan semua tanya semua sesak semua luka BENCANA! Burung-burung takkan pernah mampu tuk terbang lagi Api membakar sayapnya… membara dan embun pagi…