Tag: Rindu

1 menit baca
Post Jun 8, 2006

Pagi Hampir Pasti

pagi hampir pasti tengah malam lenyap beberapa jam lalu, pagi hampir pasti, azan berkejaran di udara, pecah dari satu surau ke surau yang lain tapi percakapan kita tak juga berubah azan tak juga menjadi…

1 menit baca
Post Apr 28, 2006

Kupu-Kupu Kertas

Aku coba melukis rona Dalam mata sang kekasih yag bening Mengintip lorong panjang sukma Dengan kepakan lincah tangan bersayap Kupu-kupu yang berterbangan Menjelma sajak indah dalam gulungan daun Bersimpuh di taman hatimu Rindangkan jiwa…

2 menit baca
Post Oct 18, 2004

Takdir Terpatri di Kanvas

Di tepian Sungai Cempaka, Andina membiarkan kuasnya menari di atas kertas sketsa. Siang itu, aroma tanah basah dan desah angin di antara pucuk-pucuk bambu membisikkan sesuatu yang halus, sesuatu yang tidak bisa diberi nama.…

1 menit baca
Post Jul 11, 2004

Pelangi Kita Sebatas Cakrawala

Kala ku bersetubuh dengan waktu, Hanya lelah Bersimbah rasa menelan bermega sukma Bahwa, Pelangi kita sebatas cakrawala Sedangkan aku terlanjur mencintai kebiruannya Seperti langit, Atap yang tiada terjamah Terlalu biru, Kebiruan yang menenggelamkan pandangku…

1 menit baca
Post Jul 11, 2004

Sebuah Penantian

Kasih, Apakah semak terasa sesak untuk disibak dan onak makin membercak bila terinjak? Pun duri akan meradang nyeri bila menyentuh pori-pori? Bila begitu, Jalan pulang masih dekat terlihat Kasih, Telahkah gelombang membuat pasakmu gamang,…

1 menit baca
Post May 1, 2004

Kerinduan

Semuanya terasa sepi dan hening, biarpun aku merasa dunia ini tetap berputar. Kehampaan itu melihat ke dalam hatiku. Tanpa kusadari aku terasa kosong. Aku seperti dibohongi hidup karena kehidupan yang memisahkan hatiku dan hatinya.…

1 menit baca
Post Apr 12, 2004

Mengenalmu

Mengenalmu, berarti terhenyak Menjabat tanganmu, mengingatkan daku pada angin Lembut bertiup di kedalaman jiwa Untukmu saja, kata ini menjelma puisi, menjelma badik, tetap berkilat, menerangi juluran tahun tak berhingga takdir kasih kita

1 menit baca
Post Apr 2, 2004

Duhai Juwita

Lidah bergerak kelu Seru sebaris namamu Tangan menggapai lemah Raih sebayang wajah Hati terengkuh duka Merayap perih selaksa Mengembang gurat luka Tangis terbawa serta Musnah rasa mengeruh Patah rasa meluruh Kecewa resah bermancur Nestapa…