[Acoustic Guitar and Tambourine Intro]
[Verse]
[Deep Smooth Male Vocals]
Engkaulah dia
Yang semburat merah
menggurat pipinya
Di balik tirai
jendela seberang sana
[Verse 2]
[Bright Drum Beat and Bass Enter]
Sudikah engkau, Temaniku
melukis bianglala
di langit nan muram itu?
Merangkum remah-remah kisah
yang tercecer di masa lalu
Merangkai aksara
yang tak pernah lagi terlantunkan
[Chorus]
[Breezy Dream Pop Strumming]
Engkaulah dia
Yang siluet senyumnya
samar mengembang
Menatapku meski
jauh tak tergapai
[Verse 3]
[Jangle Guitar Chime]
[Warm Deep Vocals]
Sudikah engkau, Duduk di sini,
di sisiku,
tepat di bahu kananku?
Memandang cahaya jinggaku
yang semakin menghilang
Menggulirkan bebijian tasbih
dengan mata terpejam
[Chorus]
[Breezy Dream Pop Strumming]
Engkaulah dia
Yang siluet senyumnya
samar mengembang
Menatapku meski
jauh tak tergapai
[Outro]
[Music Stops]
[Acapella Vocals and Bass Drum Only]
[Heavy Bass Drum Stomp Beat]
[Full Choir and Lead Vocals Together]
Sudikah menuangkan
secangkir kopi untukku?
Sudikah menuangkan
secangkir kopi untukku?
[Bass Drum Fade Out]
[End]
Style
90s jangle pop, dream pop, deep bass male vocals, low register baritone, breezy acoustic guitar, mid-tempo 100 BPM, dynamic shift to acapella bass drum stomp outro, full backing choir