Year: 2021

2 menit baca
Post Nov 16, 2021

Seks Adalah Persetujuan Dua Pihak

Ideologi sering membutakan akal sehat. Saat seseorang menggenggam prinsip terlalu erat, ia lupa melihat realitas di depan mata. Perdebatan mengenai aturan menteri soal kekerasan seksual di kampus menjadi bukti betapa dangkal logika yang terbangun…

2 menit baca
Post Oct 15, 2021

Dunia Maya Nyatanya Penuh Jebakan

Tiga belas tahun sudah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik menghantui ruang siber kita. Anak-anak yang lahir saat beleid ini lahir kini beranjak remaja, menghabiskan waktu mereka di jagat maya, tempat mereka berisiko tinggi dicap…

2 menit baca
Post Aug 12, 2021

Mekanisme Saraf Menanggapi Debar Asmara

Pernahkah perutmu mendadak terasa seperti kemasukan kawanan serangga yang sibuk mengepakkan sayap? Sensasi ganjil itu sering kita sebut sebagai kupu-kupu di dalam perut (butterfly in the stomach). Kita menganggapnya sebagai tanda jatuh cinta atau…

2 menit baca
Post Jul 15, 2021

Kelas Menengah Kian Terperosok

Bank Dunia menurunkan kelas kita. Indonesia kembali terperosok menjadi negara berpendapatan menengah bawah. Dua dekade pembangunan yang kita banggakan seolah menguap begitu saja. Para pejabat mungkin sibuk memoles angka agar terlihat tidak memalukan. Mereka…

2 menit baca
Post Jul 9, 2021

Debu Maracana dan Riuh Wembley

Dunia sedang babak belur dihantam pandemi, tapi mata manusia tetap menatap layar televisi dengan nafsu yang sama. Akhir pekan ini, bola menjadi candu massal. Dua benua menggelar pesta penutup di tengah krisis yang belum…

2 menit baca
Post Jun 25, 2021

Pertaruhan Nasib Reformasi

Presiden Joko Widodo berulang kali menolak perpanjangan masa jabatan. Suaranya terdengar tegas. Ia menyebut dukungan untuk masa jabatan ketiga sebagai tamparan bagi wajahnya. Ia merasa terhina. Begitu klaimnya. Namun, di lorong-lorong gelap politik Jakarta,…

2 menit baca
Post Jun 24, 2021

Pilih Nyawa atau Harta?

Jakarta berkeringat dingin di bawah kepungan gelombang kedua pandemi. Rumah sakit kehabisan napas, tenda-tenda darurat berdiri di pelataran, sementara angka kematian merangkak naik tanpa permisi. Pemerintah memilih jalan yang menenangkan diri sendiri. Mereka menolak…