Manusia selalu menuntut saya berperilaku layaknya anjing. Mereka ingin saya menyambut mereka dengan ekor yang bergoyang kencang dan lidah yang menjulur berlebihan. Saat saya memilih duduk diam di sudut ruangan sambil menatap tembok, mereka menyebut saya angkuh. Mereka menuduh saya membenci mereka. Padahal, saya sedang menikmati kemewahan paling berharga di dunia ini: kesendirian.
Saya butuh waktu untuk merenung.
Kadang saya ingin tidur siang dengan tenang tanpa diganggu tangan-tangan manusia yang ingin mengelus bulu saya. Jika saya menjauh, itu bukan berarti saya marah. Saya cuma mengirim sinyal sederhana bahwa saya butuh ruang pribadi untuk mengisi ulang energi. Setelah saya merasa cukup damai, saya akan kembali ke pelukan Anda dengan cara saya sendiri. Tolong, jangan terlalu baper.
Telinga dan mata saya pun tidak lagi tajam seperti dulu. Umur mengubah segalanya. Saya mungkin tidak mendengar suara panggilan Anda yang cempreng atau melihat gerakan tangan Anda yang sibuk. Jangan menganggap saya sombong. Saya cuma sedang berjuang menangkap dunia yang perlahan memudar dari indra saya.
Trauma masa lalu meninggalkan bekas luka yang dalam di ingatan saya. Suara bentakan keras atau semprotan air yang tiba-tiba mengenai wajah saya adalah bentuk pengkhianatan besar. Jika saya bersembunyi di bawah kolong tempat tidur saat Anda mendekat, ingatlah bahwa saya sedang melindungi diri dari rasa takut yang Anda tanamkan. Kepercayaan saya hilang bersama harga diri yang Anda injak.
Saya sering menahan sakit dalam diam. Saat nafsu makan hilang atau tubuh terasa lemas, saya memilih menyepi agar tidak ada yang mengusik nyeri yang menggerogoti. Jika saya menggeram saat Anda mencoba menyentuh saya, itu adalah bentuk pertahanan diri karena tubuh saya sedang meradang. Berhenti mencoba mengobati saya dengan kasih sayang yang keliru. Bawa saya ke dokter.
Rumah ini adalah kerajaan kecil saya. Anda menggeser sofa atau membawa aroma orang asing ke sini dan saya akan merasa terancam. Stres itu nyata. Saya tidak ingin menjadi dekorasi rumah yang ramah setiap saat. Biarkan saya menenangkan diri di balik bayang-bayang sampai dunia terasa aman kembali. Jangan memaksa saya berakting manis untuk kepuasan batin Anda.