Filosofi Seekor Tikus

Di kedalaman hutan, hiduplah seekor tikus yang lebih banyak menatap cakrawala daripada mencari remah makanan. Ia seorang filosof. Ia memegang sebuah rahasia yang tak dipahami penghuni hutan lain: bahwa gelisah adalah pembunuh yang paling sunyi. Ia tahu, kecemasan adalah api yang perlahan memadamkan cahaya di mata, melumpuhkan hati, dan membuat raga menjadi rumah bagi kematian.

Ia ingin berbagi rahasia itu, namun bukan melalui kata-kata yang menguap di udara. Ia ingin semua melihat buktinya.

Saat ia sedang berbicara di hadapan kawanan hewan, sang raja hutan muncul. Tikus itu maju, menantang nyali, “Tuan Singa, berikan aku jaminan keselamatan. Aku hendak bicara.”

Singa itu bergeming, lalu tertawa, “Aku jamin keselamatanmu, Tikus kecil.”

Tikus itu menarik napas, lalu berkata dengan suara yang tenang namun menusuk, “Di depan seluruh penghuni hutan ini, aku menyatakan bahwa aku akan membunuhmu dalam waktu satu bulan dari sekarang.”

Singa itu terpingkal, tawanya mengguncang pepohonan. “Kau? Membunuhku?”

“Benar,” jawab tikus mantap.

“Baiklah,” kata singa meremehkan. “Jika dalam sebulan kau gagal, aku akan memenggalmu di depan mereka semua.”

Hari-hari pun beringsut. Sepuluh hari pertama, sang singa tidak memedulikan ancaman itu. Namun, benih keraguan mulai disemai. Di tengah sunyi, singa mulai bertanya-tanya: Apa yang direncanakan tikus itu? Mengapa ia begitu yakin? Apakah ia punya siasat yang tak kasatmata?

Ia sempat tertawa untuk mengusir rasa takut. Bagaimana mungkin tikus kecil itu mengalahkanku? Aku punya cakar, aku punya kawanan. Namun, bisikan itu kembali, kali ini dengan derap yang lebih keras.

Waktu merambat mendekati batas akhir. Sang filosof tikus tak pernah mencabut kata-katanya. Ia justru terus menggaungkan ancamannya ke seluruh penjuru hutan.

Singa mulai kehilangan selera makan. Air minum pun terasa tawar. Ia terjebak dalam labirin pikirannya sendiri. Ia membayangkan perangkap, racun, atau sesuatu yang lebih mengerikan. Hari demi hari, ia memikirkan akhir hidupnya.

Tepat pada pagi hari kedua puluh lima, hewan-hewan menemukan tubuh sang raja hutan telah kaku di dalam kandangnya. Ia mati. Bukan karena taring, bukan karena racun, tetapi karena waswas yang membakar dagingnya hingga habis. Tikus itu tidak melakukan apa-apa; ia hanya membiarkan singa membunuh dirinya sendiri dengan ketakutan yang diciptakannya sendiri.

Itulah rahasia yang dibawa sang tikus: bahwa menanti musibah, mencemaskan tragedi, adalah senjata yang paling ampuh untuk melumpuhkan keberanian, bahkan pada sosok yang paling perkasa.

Kebanyakan manusia memang serupa. Mereka menyia-nyiakan hari ini karena terobsesi pada bayang-bayang masa depan. Mereka lupa mengecap manisnya kehidupan karena sibuk merajut ketakutan: Bagaimana jika kehilangan pekerjaan? Bagaimana jika esok hari aku jatuh sakit? Bagaimana jika kecelakaan merenggut nyawaku?

Mereka menjadi mangsa empuk bagi serigala bernama kegelisahan. Mereka membiarkan diri mereka disantap oleh hantu bernama kesedihan atas hal-hal yang bahkan belum pernah terjadi, dan mungkin tidak akan pernah terjadi. Mereka membiarkan hidup mereka runtuh, sebelum hari itu benar-benar tiba.

Bagikan

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(